Bertemu 12 Pengusaha Global Ternama di AS, Presiden Janjikan Iklim Investasi Kondusif di Indonesia

by
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden AS Donald Trump usai penandatanganan MoU. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sedikitnya terdaftar 12 nama pengusaha besar yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Mereka para investor global ternama yang selama ini sudah bekerja sama dengan Danantara Indonesia. Presiden berjanji menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi saling menguntungkan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hal tersebut dalam keterangannya yang dikutip Ahad (22/6/2026).

Dalam keterangan tertulisnya, Seskab Teddy menyebutkan hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries yang juga pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers. Lalu, Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.

Ada juga Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic. Kemudian Al Rabil, CEO Kayne Anderson; Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR.

Tidak ketinggalan Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM). Selanjutnya, Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.

Sebelumnya para pengusaha ternama sejagat tersebut telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia.

“Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC, pada 20 Februari 2026. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN,” tulis Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

Pertemuan di Washington DC ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase baru sebagai negara yang percaya diri, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia.

Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan.

Intinya, Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia.

Sebelumnya lagi, Rabu (18/2/2026) Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha Amerika Serikat, menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik dan patut diperhitungkan oleh pelaku usaha global.

“Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik,” kata Presiden di acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC.

Kepada kelompok pengusaha AS itu, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah, tetapi juga strategis.

Namun, daya tarik investasi Indonesia tidak berhenti pada aspek tersebut. Kepala Negara menilai Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan industrialisasi yang membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.

Lihatlah, menurut Presiden, dari sisi sumber daya alam, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang menjadi bahan baku penting bagi teknologi masa depan.

“Kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia,” katanya.

Dari sisi industrialisasi, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia kini berfokus pada hilirisasi sumber daya alam. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan menginisiasi 18 proyek hilirisasi tahun ini. Termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun atau setara USD3 miliar.

“Kami terus bergerak di hilirisasi industri, dengan Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Satu hal, dengan besarnya potensi tersebut, Presiden Prabowo berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi utama. (Osc).