BERITABUANA.CO, BANJARBARU — Kolaborasi antara komunitas dan negara dalam operasi penyelamatan memasuki babak baru. Indonesian Offroad Federation (IOF) Kalimantan Selatan resmi menjalin perjanjian kerja sama dengan Basarnas Banjarmasin untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR), terutama di wilayah dengan akses ekstrem dan terpencil.
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut dilakukan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IOF Kalsel di Banjarbaru, Sabtu (14/2/2026) siang.
Ketua Pengurus Daerah IOF Kalsel, H. Haryadi, mengatakan organisasi yang telah berdiri selama 20 tahun itu tidak hanya menjadi wadah penyalur hobi otomotif, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan rescue.
“IOF telah berdiri 20 tahun. Bergerak di bidang hobi, sosial, dan rescue. Bidang rescue sudah ada sejak terbentuknya IOF. Setiap pengurus cabang juga telah terbentuk dan siap bergerak,” kata Haryadi.
Menurutnya, IOF Kalsel siap diperbantukan dalam operasi penyelamatan maupun kebencanaan, mengingat organisasi tersebut memiliki peralatan serta sumber daya manusia yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil di Kalimantan Selatan.
“Karena kita mempunyai peralatan dan sumber daya manusia yang cukup di daerah, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan biasa,” ujarnya.
Kolaborasi Basarnas-IOF
Secara terpisah, Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan pihaknya tidak dapat bekerja sendiri dalam setiap operasi SAR. Dukungan masyarakat dan komunitas, termasuk IOF, menjadi elemen penting dalam mempercepat respons bencana.
Sudayana menjelaskan kolaborasi ini difokuskan pada tiga hal utama, yakni pelaksanaan operasi SAR saat terjadi bencana, latihan SAR bersama untuk meningkatkan kapasitas personel, serta pemanfaatan sarana dan prasarana milik IOF maupun Basarnas.
Ia mengakui adanya keterbatasan jumlah personel dan armada operasional Basarnas, sehingga kolaborasi dengan komunitas yang memiliki kendaraan tangguh menjadi kebutuhan mendesak.
“Kehadiran IOF sangat membantu, terutama dalam menyediakan kendaraan yang mampu menjangkau medan ekstrem yang sulit dilalui kendaraan operasional biasa,” kata Sudayana.
Melalui sinergi ini, Basarnas Banjarmasin berharap kecepatan dan efektivitas respons terhadap bencana di Kalimantan Selatan dapat meningkat, sekaligus memperkuat pola kemitraan antara pemerintah dan komunitas dalam misi kemanusiaan.
Kerja sama tersebut juga mencerminkan pergeseran pendekatan penanggulangan bencana, dari yang semula terpusat pada institusi negara, menjadi model kolaboratif yang melibatkan organisasi masyarakat sipil dan komunitas berbasis keahlian.
Di wilayah dengan bentang alam sungai, rawa, dan jalur darat yang menantang seperti Kalimantan Selatan, kehadiran kendaraan offroad dan relawan terlatih dapat menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan waktu, dan juga nyawa. (Ery)







