Alex Indra Lukman Usulkan Bantuan VMS untuk Nelayan Kecil Jelang Lebaran 2026

by
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan berupa subsidi pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) kepada nelayan kecil. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban nelayan sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor perikanan.

“Output dari kebijakan VMS adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Mari kita kembalikan sebagian PNBP yang berhasil diperoleh pada 2025 lalu untuk bantuan VMS bagi nelayan kecil,” ujar Alex dalam rapat kerja Komisi IV DPR dengan KKP terkait pengamanan harga dan persiapan stok bahan pangan menjelang Ramadhan, Selasa (4/2/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR, Siti Heriadi (Titiek Soeharto), dan dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf, serta Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran, membahas sejumlah strategi peningkatan produksi dan distribusi pangan.

VMS adalah sistem pemantauan kapal perikanan berbasis satelit yang wajib dipasang pada kapal berizin pusat, biasanya di atas 30 GT atau kapal yang bermigrasi. Sistem ini memungkinkan pelacakan posisi dan aktivitas kapal secara real-time, meningkatkan keselamatan melalui fitur alarm, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan berkelanjutan.

Hingga April 2025, sekitar 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 kapal berizin pusat. Dalam rapat tersebut, Alex juga mengapresiasi Menteri KKP yang menjanjikan percepatan pemberian izin bagi pengusaha perikanan yang akan memasang VMS.

“Dengan semakin banyak nelayan yang menggunakan VMS, potensi pemasukan negara dari sektor ikan tangkap akan semakin meningkat,” ungkap Alex, yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat.

Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan produksi ikan nasional pada Januari–Maret 2026 mencapai 3,57 juta ton, terdiri dari 2,05 juta ton ikan budidaya dan 1,52 juta ton ikan tangkap. Perkiraan ini memperhitungkan dinamika cuaca dan musim penangkapan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan. (Ery)