Cegah Virus Ternak, Komisi II DPRD NTT Minta Pemprov Proaktif Pengadaan Vaksin ASF

by
Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa. (iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT diminta untuk segera mengambil langkah proaktif, dalam pengadaan vaksin ASF.

“Gubernur dan Wagub NTT agar segera melakukan pengadaan vaksin pencegahan virus ASF,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Yunus Takandewa di ruang Komisi, Selasa (20/1/2026).

Dikatakan Yunus Takandewa bahwa di tahun 2025 lalu Komisi II terus mendorong pengadaan vaksin ASF, dan pada perubahan anggaran dilakukan pengadaan untuk 14.000 dosis, serta terdistribusi ke beberapa kabupaten/kota sesuai permintaan di lapangan, dan sekarang sisa 1700 dosis.

“Ketika kita telusuri di Dinas Peternakan kebutuhan itu sangat jomplang, dengan keadaan di lapangan, yang mana permintaan lebih banyak dari pengadaan,” papar dia.

Untuk itu, pihaknya meminta sekali lagi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, segera mengambil tindakan khusus terhadap hal ini, agar pencegahan terhadap merebaknya virus ASF bisa ditekan sedini mungkin, dengan cara menyediakan vaksin ASF yang memadai, sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi stok 1700 tidak cukup, karena kita melakukan upaya menekan laju penyebaran virus ASF ini, untuk melindungi para petani dan peternak,” ujar Yunus Takandewa.

Diakui Yunus Takandewa, masyarakat di NTT menggantungkan harapan dan hidupnya lewat peternakan babi. Sehingga vaksin ASF ini perlu perjuangan panjang,” tambahnya.

Dijelaskan Yunus Takandewa, sekiranya ada pihak ketiga yang mampu menyediakan vaksin ASF, itu sebuah langkah yang baik.

“Kita bersyukur untuk itu, tinggal sekarang kita manfaatkan, agar jangan sampai tunggu petani peternak kita menangis dan menderita, baru di datangi,” kata Yunus Takandewa.

Untuk itu, tambah Yunus Takandewa, harus menanggulangi lebih cepat, sebelum mereka merasakan penderitaan terhadap virus ASF ini.

“Jangan sampai seperti pemadam kebakaran, tidak ada guna. Jangankan di kampung-kampung, di Kota Kupang saja hampir di seluruh jalan, penuh dengan babi yang mati, karena gara-gara virus ASF ini,” ungkapnya.(iir)