BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tingkat hunian perhotelan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, tetap tumbuh positif selama 2025. Badan Usaha Milik Negara PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatat mencapai rata-rata 76,93 persen.
“Capaian itu diraih di tengah tantangan eksternal,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar dalam keterangannya yang dikutip Ahad (18/1/2026).
Tingkat okupansi perhotelan selama 2025 di kawasan pengelolaan itu masih berdaya tahan dengan tumbuh membaik. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2024, pencapaian ini agak melandai, yakni 76,56 persen.
Tantangan eksternal pada 2025 yakni penurunan perjalanan dinas dan aktivitas konferensi atau wisata MICE pada awal 2025. Hal ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat.
Untuk tingkat kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata premium itu selama 2025 juga meningkat 18,5 persen dari 3,2 juta pada 2024 menjadi 3,8 juta pada 2025.
Peningkatan kunjungan itu mencerminkan tingginya pergerakan wisatawan, meski sebagian besar masih didominasi kunjungan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar.
Kawasan pengelolaan BUMN seluas sekitar 350 hektare itu, memiliki total sekitar 5.500 kamar. Jumlah itu tersebar pada 22 hotel bintang lima dan vila mewah. Juga ada fasilitas gedung pertemuan yang dapat menampung sekitar 21.000 delegasi.
Satu hal, sebagai kawasan hotel mewah dan wisata konferensi (MICE), the Nusa Dua juga memiliki berbagai daya tarik. Di antaranya, wisata pantai, wisata air, wisata olahraga, atraksi seni budaya, wisata belanja, dan kuliner.
Selain di Nusa Dua, dua kawasan pengelolaan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Mandalika selama 2025 mencapai kisaran 55 persen.
Sedangkan di kawasan pengelolaan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur mencatat kinerja positif. Kunjungan wisatawan di kawasan itu sepanjang 2025 mencapai 28.406 orang. (Osc).







