BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dalam mudik Lebaran 2026 ini, Perum Damri menyiapkan ribuan armada bus. Perusahaan menargetkan dapat mengangkut sekitar 2,7 juta pelanggan melalui layanan angkutan reguler maupun program mudik gratis bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan perusahaan. VP
Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (8/3/2026), Vice President Operasional & Keselamatan Damri Wahyu Susilo mengatakan, pihaknya memiliki peran penting sebagai perusahaan transportasi umum dalam membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
“Damri merencanakan mengoperasikan rata-rata 1.592 hingga 1.800 unit armada bus selama periode Lebaran ini dengan kesiapan tersebut, kami menargetkan dapat melayani sekitar 2,7 juta pelanggan selama periode mudik Lebaran 2026,” kata Wahyu Susilo di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Selain layanan reguler, Damri juga terlibat dalam program mudik gratis yang difasilitasi oleh berbagai instansi. Pada tahun ini, BUMN transportasi darat itu, perusahaan memperkirakan akan melayani sekitar 260 unit bus untuk program tersebut.
Peningkatan permintaan diperkirakan terjadi pada sejumlah rute utama, terutama perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Palembang.
Selain itu, layanan angkutan bandara juga diprediksi mengalami lonjakan penumpang karena banyak pemudik yang menggunakan transportasi udara.
Satu hal, untuk memastikan keselamatan perjalanan, Damri menyiapkan berbagai langkah operasional. Mulai dari pemeriksaan kesiapan kru hingga pengecekan armada secara berlapis. Seluruh awak kru Damri wajib menjalani prosedur fit to work sebelum bertugas membawa penumpang.
“Ini merupakan bagian dari standar operasional perusahaan untuk memastikan kru dalam kondisi siap bekerja,” ujarnya.
Untuk kesiapan armada, Damri menerapkan pemeriksaan kendaraan atau ramp check secara bertingkat. Pemeriksaan pertama dilakukan oleh cabang, kemudian diverifikasi oleh kantor pusat, dan selanjutnya juga dilakukan oleh pihak pemerintah seperti Kementerian Perhubungan dan kepolisian.
Damri juga menyiapkan strategi operasional untuk mengantisipasi kebijakan lalu lintas selama mudik, seperti penerapan contraflow maupun one way di sejumlah ruas jalan tol.
“Kalau misalnya diberlakukan one way ke arah timur, perjalanan ke timur mungkin lancar, tetapi bus tetap harus kembali ke barat. Itu menjadi bagian dari perhitungan kami dalam mengatur jadwal dan kesiapan armada,” jelas Wahyu.
Beberapa rute Damri juga melibatkan penyeberangan antarpulau, seperti menuju Bali melalui Selat Bali dan ke Sumatera melalui Selat Sunda. Pengaturan jadwal kapal di pelabuhan penyeberangan turut memengaruhi perputaran armada bus.
Untuk mitigasi risiko, Damri menyiapkan armada cadangan, mekanik di lapangan, serta titik pemantauan di rest area dan rumah makan di sepanjang rute perjalanan. Armada cadangan itu, Damri tempatkan di titik-titik strategis seperti rest area dan rumah makan.
“Jadi jika terjadi kendala di perjalanan, kami bisa merespons dengan cepat,” kata Wahyu Susilo.
Di luar itu semua, Damri juga akan membuka posko operasional 24 jam baik di kantor pusat maupun di seluruh kantor cabang selama periode angkutan Lebaran. Dengan adanya posko 24 jam ini, Damri berharap jika ada kendala atau kondisi darurat, tim Damri bisa memberikan respons dengan cepat sehingga perjalanan mudik masyarakat tetap aman dan lancar. (Osc).






