BERITABUANA.CO, WASHINGTON CITY -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan keyakinan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah ditangkap. Dirinya menyaksikan langsung penangkapan Maduro lewat televisi oleh pasukan khusus AS dalam serangan yang berani.
“Maksud saya, saya menontonnya, secara harfiah, seperti sedang menonton acara televisi. Dan jika Anda melihat kecepatannya, kekerasannya,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan Amerika Serikat (AS).
Keduanya ditangkap tengah malam saat sedang tidur, menurut dua sumber yang mengetahui operasi tersebut kepada CNN.
Penangkapan dan penggerebekan Maduro dan ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS.
Seorang pejabat AS mengatakan penangkapan tersebut tidak menimbulkan korban di pihak Amerika.
Sebuah tim agen FBI juga turut mendampingi pasukan operasi khusus AS dalam penculikan Maduro, menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Saat ini, rencana tengah disusun untuk membawa Maduro ke New York, di mana ia akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal Manhattan.
Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) bertahun-tahun menyiapkan dakwaan terhadap Maduro serta sejumlah petinggi militer Venezuela, menurut pejabat penegak hukum AS. Hal ini diperkirakan akan menjadi dasar dakwaan yang akan segera diumumkan ke publik.
Trump juga membuat pengumuman mengejutkan pada Sabtu (3/1/2026) dengan menyatakan bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menurut Trump, saat ini Maduro beserta istrinya sedang diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela, melansir New York Times. Dan saat ini sedang diusahakan di bawa AS untuk diadili. (Kds)







