Coffee Morning Gubernur NTT Bersama Media, Paparkan Capaian Dasa Cita Kepemimpinan Melki–Johni

by
Gubernur Melki Laka Lena foto bersama sebagian wartawan. (iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Gubernur NTT, Melki Laka Lena didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma memaparkan capaian 10 bulan kepemimpinan mereka, dalam pelaksanaan Dasa Cita sesuai janji kampanye.

Pemaparan diungkapkan Melki Laka Lena saat kegiatan coffee morning bersama media massa di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Melki Laka Lena menjelaskan bahwa dari 10 Dasa Cita yang dicanangkan, sebagian besar telah berjalan, dan menunjukkan hasil nyata di tengah masyarakat.

Untuk Dasa Cita pertama, yakni penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product, dan One School One Product.

“Ini dibuktikan dengan telah dibangunnya sembilan NTT Mart, yang tersebar di berbagai wilayah,” kata Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena merincikan ke sembilan daerah tersebut yakni, empat unit di daratan Timor, dua di Flores, dua di Sumba, dan satu di Kabupaten Rote Ndao.

Dasa Cita kedua yang menempatkan milenial dan perempuan, tambah dia, sebagai motor kreativitas lokal, juga telah dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan.

“Sementara itu, Dasa Cita ketiga, yaitu menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, diwujudkan melalui sejumlah agenda seperti Tour de NTT, Kupang Exotic Run, lomba pohon Natal yang direncanakan menjadi agenda tahunan, serta berbagai kegiatan bertajuk Exotic NTT,” ujar Melki Laka Lena.

Pada Dasa Cita keempat, Pemerintah Provinsi NTT fokus membantu warga kurang mampu melalui jaminan sosial, dengan target membantu sekitar 100 ribu orang melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Upaya penanganan stunting menjadi fokus Dasa Cita kelima. Pemprov NTT melatih kader posyandu untuk memerangi stunting, dengan beberapa wilayah prioritas, salah satunya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),” tegasnya.

Untuk Dasa Cita keenam, lanjut Melki Laka Lena, Melki–Johni merencanakan pembangunan 10 sekolah vokasi berasrama di seluruh NTT. Sekolah ini mengadopsi konsep sekolah rakyat, di mana peserta didik akan dibekali berbagai keterampilan.

“Secara khusus, akan dibangun sekolah vokasi garam di Rote Ndao serta sekolah vokasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Flores,” kata Melki Laka Lena.

Pada Dasa Cita ketujuh, pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan anggaran yang ada serta memanfaatkan dukungan anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur.

“Seluruh jalan provinsi ditargetkan dikerjakan, disertai pembangunan dan pengelolaan air untuk pertanian, peternakan, dan air minum. Selain itu, listrik gratis akan dipasang bagi wilayah yang masih kekurangan akses listrik,” tambahnya.

Program rumah layak huni juga dijalankan, termasuk renovasi rumah dengan anggaran Rp20 juta per unit, yang dapat dikolaborasikan dengan dana desa. Dengan skema tersebut, diperkirakan hingga 31 ribu rumah dapat dijangkau apabila setiap desa membantu minimal 10 rumah.

“Untuk Dasa Cita kedelapan berkaitan dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), saat ini ruang gerak penggunaan PAD untuk pelayanan publik masih terbatas,” kata Melki Laka Lena.

Namun, lanjut dia, pada tahun 2026, PAD NTT ditargetkan mencapai Rp2,8 triliun, naik signifikan dari target PAD 2025 sebesar Rp1,4 triliun.

“Jika target ini tercapai, pemerintah daerah akan lebih leluasa meningkatkan pelayanan publik. Ia juga menegaskan bahwa anggaran dari pusat tidak dapat diubah peruntukannya karena sudah ditetapkan secara ketat,” jelas Melki Laka Lena.

Selanjutnya, Dasa Cita kesembilan difokuskan pada reformasi birokrasi, antara lain melalui pembukaan Meja Rakyat sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat.

“Di sisi lain, percepatan digitalisasi di NTT terus dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi),” paparnya.

Terakhir, kata Melki Laka Lena, Dasa Cita kesepuluh menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, untuk mewujudkan mimpi bersama yang diusung saat Pilkada.

“Salah satu isu utama yang menjadi perhatian serius pemerintah, adalah penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT,” ungkap Melki Laka Lena.

Melalui coffee morning ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap media massa dapat menjadi mitra strategis, dalam menyampaikan informasi pembangunan secara utuh kepada masyarakat, sekaligus mengawal pelaksanaan Dasa Cita agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat NTT. (iir)