Pascainsiden Peladakan, Kapolda: Mulai Saling Peduli di Dalam Keluarga

by
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. (Foto: PMJ)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri  mengajak seluruh masyarakat untuk saling kepedulian terhadap sesama. Termasuk juga di lingkungan keluarga.

Pernyataan Kapolda ini dilontarkan pascainsiden ledakan yang terjadi di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta, di mana pelaku, tidak memiliki sama sekali teman atau tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya.

“Kemudian juga kami ingin mengajak seluruh pihak untuk saling menjaga dan mengingatkan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan kita, keluarga kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita karena kami percaya dengan kepedulian bersama kita semua dapat melindungi bangsa kita dipengaruhi negatif,” Irjen Asep dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Irjen Asep juga mengajak warga untuk memastikan anak, saudara dan keluarga tumbuh di lingkungan yang aman. Dengan begitu, katanya, akan tercipta lingkungan yang sehat dan tertib.

Irjen Asep menegaskan situasi saat ini telah sepenuhnya terkendali. Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan seluruh proses penegakan hukum dengan profesional sesuai aturan yang berlaku.

“Perlu kami tegaskan bahwa situasi saat ini telah sepenuhnya aman. Saya janjikan juga sekolah akan normal kembali pekan depan. Kami akan berupaya memaksimalkan untuk menjalankan seluruh proses penegakan hukum secara profesional dan profesional sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Kapolda Asep pun menjelaskan, total ada 96 orang korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Sebanyak 3 orang di antaranya mengalami luka berat.

“Total korban akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 96 orang dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 orang luka berat,” kata Asep.

Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan yaitu RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamnina, Balai Kesehatan Lantamal, Puskesmas Kelapa Gading, dan RS Polri Kelapa Gading.

Berdasarkan data per hari ini pukul 12.30 WIB, ada 68 orang korban telah diperbolehkan pulang. Mereka sebelumnya dirawat di RS Pertamina, Balai Kesehatan Lantamal, dan Puskesmas Kelapa Gading.

“Sedangkan 28 orang lainnya masih mejalani perawatan dengan rincian 13 orang di RS Islam, 1 orang di RS Polri, dan 14 orang di RS Yarsi,” katanya.

Pelaku Luka Kepala

Di tempat yang sama, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting mengungkap siswa pelaku peledakan di SMAN 72, mengalami kondisi dekompresi kepala. Pelaku saat ini sedang dirawat di RS Soekamto.

“Pasien ini, salah satu ABH (anak berhadapan dengan hukum) ini, saat ini dirawat di RS Soekamto untuk kepentingan pasien,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting kepada wartawan dalam jumpa pers, Selasa (11/11/2025).

Pelaku selanjutnya akan menjalani operasi lantaran kondisinya yang mengalami dekompresi tulang kepala seusai kejadian. Segera setelah pulih, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan intensif.

“Pasien yang di RS Soekamto hari ini kami jalani tindakan operasi dekompresi tulang kepala. Waktu kejadian ada dekompresi tulang kepala, dirawat di sana supaya maksimal,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa ledakan itu terjadi pada Jumat (7/11) saat khotbah salat Jumat. Sebanyak 96 orang menjadi korban ledakan.

Merakit Sendiri Peledak

Pelaku ledakan itu sendiri merupakan siswa di SMAN 72 Jakarta. Densus 88 Antiteror Polri menyebut pelaku kerap mengakses situs gelap atau dark web. Pelaku disebut merakit sendiri peledak dengan mengakses cara-caranya di internet.

Polisi menemukan tujuh peledak di SMAN 72 Jakarta, empat di antaranya meledak. Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan bom yang meledak di masjid SMAN 72 Jakarta diduga dikendalikan dengan remote.

Posisi pelaku saat meledakkan bom tersebut tidak berada di dalam masjid. “Kemudian switching-nya menggunakan receiver yang dikendalikan dengan remote, namun remote tidak kita temukan di dalam masjid. Casing-nya itu jeriken plastik 1 liter, kemudian strap mill paku,” tutur dia.

“Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid bahwa dengan material yang ditemukan rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote. Hal tersebut disesuaikan dengan ditemukannya 4 buah baterai transmiter dan bagian receiver yang menggunakan daya 6 volt, jadi antara power dengan receiver itu ada kesesuaian dayanya 6 volt,” imbuhnya.

Henik mengatakan polisi juga menemukan barang bukti bom di taman baca dan bank sampah. Di taman baca juga ditemukan remote. Polisi juga sudah menggeledah rumah siswa pelaku dan menyita beberapa alat bukti. (Kds)