BERITABUANA.CO, JAKARTA– Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Zulfa Mustofa menegaskan betapa pentingnya keberadaan pesantren dan santri. Ia bahkan, secara tegas memberikan penjelasannya terkait isu-isu negatif dan bullying yang belakangan menyudutkan institusi pesantren
Kiai Zulfa pun memaparkan terkait kegiatan khidmah (pengabdian) yang dilakukan di pesantren bukanlah perbudakan, melainkan proses transfer skill secara alamiah. Bahkan, dalam hal ini, Kiai Zulfa memberikan contohnya.
Ia lalu merinci pengabdian seorang santri yang dibarengi dengan transfer skill akhirnya bisa ukses.
“Sopir Menjadi Pengusaha. Jadi, Ada santri yang dulu bertugas menjadi sopir kiai. Dari kegiatan rutin membawa mobil kiai untuk servis, ia belajar tentang mesin dan otomotif. Kini, santri tersebut sukses memiliki bengkel besar hingga showroom mobil,” paparnya.
Selanjutnya, santri menjadi Wirausaha Limbah Digital. Dengan keterampilan mengelola limbah yang dipelajari santri, kini berkembang pesat di luar pondok, bahkan dikuasai orang Madura di Jakarta, baik dalam pemilahan kardus hingga pengurusan limbah perusahaan besar.
“Santri kini dituntut berpikir lebih canggih, mengolah sampah menjadi energi terbarukan seperti etanol,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Kiai Zulfa juga menyinggung pertanian Canggih di Jepang. Ia juga menyebutkan kisah sukses Cak Yuana, santri Madura yang kini sukses bertani di Jepang dengan mengelola 3 hektar tanah secara canggih menggunakan teknologi.
“Penghasilan tahunan mencapai miliaran rupiah,” ucapnya.
Kiai Zulfa pun berharap agar santri dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di semua lini mulai kepolisian, tentara, ASN, birokrat, dan teknokrat. “Dengan berlandaskan iman, akhlak, ilmu, dan kompetensi, santri akan membuat negara menjadi kuat,” tutupnya. (FDL87)







