BERITABUANA.CO, KUPANG – Ikan Kembung dan daging ayam ras pendorong Inflasi tertinggi pada bulan Juli 2025, masing-masing 0,22 persen dan 0,18 persen.
“Pendorong lain Inflasi yakni angkutan udara 0,17 persen, cabe rawit 0,15 persen, dan tomat 0,11 persen,” jelas Kepala BPS NTT, Matamira Bangngu Kale saat jumpa pers, di Aula kantor, Jumat (1/8/2025).
Dikatakan Matamira Kale, kenaikan harga ikan kembung disebabkan oleh kondiai cuaca, nelayan terganggu dalan proses penangkapan sehingga pasokan di pasaran berkurang.
“Begitu juga dengan daging ayam ras, cabe dan tomat mengalami kenaikan harga, karena pasokan di pasar berkurang. Sedangkan untuk komoditas angkutan udara, mengalami kenaikan tarif karena meningkatnya permintaan disaat liburan sekolah,” tegas dia.
Lebih lanjut dijelaskan, Komoditas penghambat inflasi Juli 2025 yaitu kangkung 0,04 persen, sawi hijau 0,03 persen, kol putih 0,02 persen, bayam 0,01 perseb dan jeruk nipis 0,01 persen.
“Pada Juli 2025, Privinsi NTT mengalami Inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0.96 persen,” tambah Matamira Kale.
Diakui Matamira Kale, Inflasi ini terjadi setelah pada bulan Mei dan Juni 2025 ini, terjadi deflasi masing-masing sebesar 0,4 persen dan 0,11 persen.
“Dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi untuk Juni 2025 disebabkan karena kenaikan tujuh kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok pengeluaran yang kita himpun perkembangan harganya,” ujar dia.
Penyebab dominan inflasi m-to-m untuk Juli 2025, papar Matamira Kale, adalah kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 1,97 persen, dengan andil 0,74 persen. Kemudian kelompok transportasi itu sebesar 1,49 persen dengan andil 0,20 persen.
“Penghambat dominan untuk inflasi m to m Juli 2025 adalah kelompok kesehatan deflasi 0,05 persen dan andilnya mendekati 0 persen, diikuti atau y on y sebesar 3.03 persen,” ujarnya lagi. (iir)







