BERITABUANA.CO, MEXICO CITY – Hakim Edmundo Roman Pinzon, tewas ditembak di lua gedung pengadilan di kota pesisir Acapulco, Meksiko. Daerah ditembak hakim tersebut memang dikenal sebagai tempat rawan tindak kriminal. Dan sejauh ini belum ada penangkapan terhadap orang yang diduga terkait penembakan tersebut.
Laporan kantor jaksa setempat dan media lokal, seperti dilansir AFP, Kamis (12/12/2024), mengidentifikasi hakim yang tewas ditembak itu sebagai Edmundo Roman Pinzon, yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi di negara bagian Guerrero.
Pinzon ditembak setidaknya empat kali saat dia berada di dalam mobilnya, yang ada di luar gedung pengadilan di Acapulco pada Rabu (11/12/2024) waktu setempat.
Pelaku penembakan itu sendiri, sejauh ini belum diketahui identitasnya
Pelaku di balik penembakan mematikan itu belum diketahui secara jelas. Pihak kepolisian setempat masih melakukan pencarian.
Negara bagian Guerrero, yang menjadi lokasi Acapulco, diketahui merupakan salah satu wilayah yang rawan tindak kekerasan terkait organisasi kejahatan terorganisir, dan menjadi lokasi rentetan serangan mematikan sepanjang tahun ini.
Pada Oktober lalu, Wali Kota Chilpancingo, ibu kota negara bagian Guerrero, juga tewas dibunuh dan dipenggal kepalanya hanya beberapa hari setelah menjabat.
Beberapa pekan kemudian, bentrokan bersenjata antara para anggota geng kriminal dan pasukan keamanan Meksiko menewaskan sedikitnya 19 orang di negara bagian tersebut. Bulan lalu, belasan jenazah dalam kondisi dimutilasi ditemukan di dalam beberapa kendaraan di area Chilpancingo.
Kantor jaksa negara bagian Guerrero, pada Rabu (11/12/2024) waktu setempat, mengumumkan pihaknya sedang “menyelidiki kejahatan pembunuhan terhadap Edmundo N”. Tidak disebutkan lebih lanjut soal tersangka dan dugaan motif di balik pembunuhan tersebut.
Pembunuhan sang hakim itu terjadi sepekan setelah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memimpin rapat Dewan Keamanan Publik Nasional yang digelar di Acapulco, yang dihadiri oleh para gubernur negara bagian.
Meningkatnya tindak kekerasan, yang sebagian besar berkaitan dengan perdagangan narkoba, telah menewaskan lebih dari 450.000 orang di Meksiko sejak tahun 2006 silam, ketika pemerintah melancarkan serangan terhadap kelompok kejahatan terorganisir.
Namun Sheinbaum yang mencetak rekor sebagai presiden perempuan pertama di Meksiko, mengesampingkan program kontroversial “perang melawan narkoba” dan berjanji untuk menggunakan strategi kebijakan sosial dalam mengatasi penyebab kejahatan. (Kds)






