Pemkot Gandeng IDAI dan POGI Tangani Stunting di Kota Kupang

by
Pj. Walikota Kupang, Linus Lusi saat mengunjungi Puskesmas Oesapa. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT, untuk penanganan stunting di Kota Kupang.

Kegiatan bertajuk Gerakan Kemanusiaan Penanganan Stunting, yang digelar serentak di 12 puskesmas yang ada di Kota Kupang, Selasa (15/10/2024).

Dalam sambutannya Pj. Walikota Kupang, Linus Lusi memberikan perhatian serius terhadap isu stunting yang masih melanda lebih dari 900 anak di wilayah Oesapa.

“Dari 900 anak yang masih mengalami stunting, kehadiran Ibu-ibu untuk penimbangan berat badan sangatlah vital, dan akan didampingi oleh dokter spesialis yang peduli dengan masa depan anak-anak,” kata Linus Lusi.

Linus Lusi mengingatkan keluarga yang memiliki lebih dari dua anak, pastikan ada dukungan ekonomi yang memadai, lingkungan yang sehat, dan akses air bersih. Mari kita berkomitmen untuk menghindari sifat malas dan memperhatikan kesehatan anak-anak,” tegasnya.

“Indikator kelurahan yang sehat adalah tidak adanya kasus stunting dan angka kunjungan pasien ke Puskesmas di bawah 50 perseb. Ini bukan pabrik, tetapi tempat di mana edukasi kesehatan berjalan terus,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang,drg. Retnowati, melaporkan bahwa kasus stunting di Kota Kupang telah menjadi perhatian utama sejak tahun 2021, di mana prevalensi stunting mencapai 26,1 persen.

“Dengan upaya bersama, pada tahun 2022 telah melakukan pendataan langsung bersama Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan, dan data menunjukkan angka stunting menurun menjadi 21,5 persen,” ungkap dia.

Hingga tahun 2024, tambah Retnowati, angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 18,4 persen. Meskipun penurunan persentase menunjukkan kemajuan, tapi penting melihat data riil. Dari total kasus yang ditangani sebanyak 4.594, kini angka tersebut berkurang menjadi 4.086.

“Untuk mencapai hasil ini, kami telah melaksanakan berbagai intervensi spesifik, termasuk pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah, pemeriksaan ibu hamil, serta dukungan bagi remaja yang mengalami leukemia,” tegas Retnowati.

Memurutnya, Inovasi terus dilakukan untuk menangani stunting, salah satunya melalui pemberian susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak stunting.

“Sejak tahun lalu, kami telah menyediakan susu PKMK, dan hingga saat ini, Puskesmas Oesapa telah melaporkan distribusi lebih dari 500 susu PKMK,” ungkap Kadis Kesehatan. (iir)