Melki Laka Lena Berhasil Lobi Turunkan Bunga Hutang Daerah

by
Balon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Jhoni Asadoma saat gelar jumpa pers. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Bakal Calon Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengakui telah berhasil lobi ke Pemerintah Pusat, untuk menurunkan bunga dari hutang daerah Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Melki Laka Lena yang didampingi Balon Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat jumpa pers di DPD Partai Golkar NTT, Jumat (13/9/2024) malam.

“Terkait hutang yang ada, saya sudah bertemu dan meminta langsung untuk ditrunkan bunga, sudah disetujui dan tinggal diproses,” jelas Melki Laka Lena menjawab pertanyaan wartawan.

Diakui Melki Laka Lena, saat bertemu pejabat yang berwenang di Kementrian Dalam Negeri, disinggung soal kondisi wilayah Provinsi NTT, sehingga tidak bisa disamaratakan beban bunganya dengan daerah lain.

“Saya katakan, apa bisa hutang daerah kami diputihkan atau dipotong, ternyata mereka tidak menyetujui. Ketika diusulkan untuk diturunkan bunganya, mereka setuju dari 6 persen ke 4 persen dan memperpanjang masa pembayaran,” urai Melki Laka Lena.

Terkait dengan kader Golkar yang ‘lompat pagar’, Melki Laka Lena mengaku akan menggelar rapat dengan para pimpinan DPC Partai Golkar se-Provinsi NTT, untuk mengambil langkah yang tepat.

“Habis acara ini, kami akan menggelar rapat, untuk membahas langkah apa yang harus diberikan kepada kader yang lompat pagar tersebut. Kami sudah memiliki data lengkap tentang siapa-siapa saja,” tegas Melki Laka Lena.

Sedangkan Balon Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma terkait hutang daerah menjelaskan bahwa sebagai pimpinan pemerintahan yang baru nanti, akan siap untuk menerima beban-beban masa lalu.

“Kalau masyarakat mempercayakan kami memimpin daerah ini, tentu kami siap menerima beban yang masih ada pada pemerintahan sebelumnya,” papar Johni Asadoma.

Terkait kader yang tidak loyal, menurut Johni Asadoma, dirinya belum bisa memberikan komentar, karena baru terjun di dunia politik.

“Tentu partai akan memberikan sanksi, mungkin berupa pemanggilan, pemberian surat peringatan atau pemecatan. Tergantung partainya masing-masing. Saya bukan pengurus partai, hanya pendatang baru, sehingga baru belajar berpolitik,” ujar dia.

Pada kesempatan terakhir, Melki Laka Lena mengingatkan awak media untuk tidak terjebak atau sengaja membuat berita hoaks.

“Beritakanlah yang aman, agar tidak terjadi kericuhan. Kami tiga paslon selalu komunikasi dengan baik, sehingga media juga harus ikut menjaga kondisi ini selalu kondusif,” pinta Melki Laka Lena. (iir)