Bentuk Sosial, RM Padang ‘Rindu Minang’ Siap Berikan Makan Gratis

by
Launching RM Padang, Apotek dan Praktek Dokter ditandai dengan pelepasan balon. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Rumah Makan (RM) Padang ‘Rindu Minang’ siap memberikan makan gratis, bagi masyarakat yang memang tidak memiliki uang, tapi lapar.

“Kami bukan hanya bisnis semata, tapi juga ada nilai sosialnya,” tegas Herry Kota selaku Pemilik RM Padang ‘Rindu Minang’ saat launching Rumah makan, Apotek Amalthea dan Praktek Dokter, pada Rabu (10/7/2024).

Diakuinya, ketika masih menjadi mahasiswa di Jogyakarta, sempat tidak makan tiga hari tiga malam, hanya mengkonsumsi air, karena kiriman wesel dari orang tua terlambat.

“Maka saya buat rumah makan ini, karena tidak ingin air mata saya jatuh disini,” ujar Herry Kota yang juga Ketua FKPPI Kota Kupang.

Herry Kota menjelaskan, membuka rumah makan padang dimanapun ada syarat yang harus dipenuhi, dan kebetulan mendatangkan langsung dari Padang, sehingga bisa memiliki lisensi yang legal.

“RM Padang identik dengan gulai yang berisi kol, nangka muda dan kacang panjang, dengan bumbu rempah yang beragam sebagai penyedap rasa,” kata dia.

Meskipun menggunakan santan, lanjut Herry Kota, tapi mengandung oksidan yang cukup tinggi, untuk mematikan racun yang ada di tubuh. Sehingga tidak perlu khawatir makan makanan Padang.

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan sejarah, makanan padang dipengaruhi dari negara lain, yakni india, Cina dan Arab. Contohnya Rendang berasal dari India dengan nama Goulas.

“Orang kalau mau merantau, kalio ini dikeringkan menjadi rendang yang lebih tahan lama. Sejumlah lauk yang ada di rumah makan padang selain rendang, ada juga ayam goreng, telur dadar, ayam POP, ayam panggang, telur balado, paru, dendeng dan sebagainya,” urai Herry Kota.

“Untuk pelayanan, kami belum bisa mempraktekan seperti RM Padang yang sebenarnya, seperti keahlian membawa berbagai menu dalam piring yang dibawa sekaligus,” tambahnya.

Hal ini, papar Herry Kota, karena pegawainya adalah warga lokal NTT dan belum mendapat pelatihan tehnik membawa piring sekaligus.

Sebelumnya Kapolres Kupang Kota, Kombes Aldinan Manurung mengaku kehadirannya di acara tersebut tidak lain hanya sebagai Ketua Pembina FKKPI.

“Sesuai program Kapolri, bahwa Kapolres di wilayahnya merupakan Ketua Pembina FKPPI. Dan kebetulan yang milik usaha ini adalah Ketua FKPPI Kota Kupang,” tegas Aldinan Manurung.

Diakui Aldinan Manurung, baru kali ini menemukan RM Padang yang pemiliknya orang NTT, meskipun juru masaknya harus orang Padang.

Aldinan Manurung berharap, RM Padang ‘Rindu Minang’ ini bisa memberikan bantuan kepada masyarakat, yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Inilah salah satu cara kita membina hubungan baik, khususnya sesama putra/putri Polri. Dan juga harus berdampak pada masyarakat, jadi bukan sebagai kepentingan kita semata,” terkait hal-hal postif. (iir)