BERITABUANA.CO, KUPANG – Dari 1.300 wisatawan kapal pesiar MS Riviera, 600 diantaranya wisatawan handling lokal yang dipercayakan kepada PT Oceania World Travel, yang siap membawa ke destinasi wisata unggulan.
Hal ini disampaikan Owner PT Oceania World Travel yang juga anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat, di DPRD NTT, Senin (23/2/2026).
“Kapal MD Riviera akan akan bersandar di Kupang pada Selasa (24/2/2026), sekitar pukul 10.00 WITA,” jelas Yohanes Rumat.
Menurut Yohanes Rumat, kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Pulau Bali, lalu singgah di Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Kupang.
“Semua kelas kabarnya itu berstandar tinggi. Ini tentu menjadi peluang besar bagi daerah untuk menunjukkan kualitas destinasi kita,” katanya.
Dijelaskan Yohanes Rumat, untuk 600 wisatawan yang ditangani, PT Oceania World Travel membagi kunjungan dalam beberapa paket wisata unggulan di Kota dan Kabupaten Kupang.
” Kita akan ajak mereka ke wilayah Baun, wisatawan akan disuguhkan situs peninggalan Kerajaan Baun, pertunjukan budaya seperti natoni dan tarian adat, produk kain tenun, serta kuliner lokal khas NTT,” tegas dia.
Diakui Yohanes Rumat, salah satu daya tarik utama adalah, proses pembuatan dan pemanggangan sei babi secara tradisional.
“Bagi mereka, pengalaman melihat langsung proses tradisional seperti ini adalah sesuatu yang mahal dan tidak ditemukan di negara mereka,” jelas Yohanes Rumat.
Produk lainnya, tambah dia, di kawasan Pantai Lasiana. Wisatawan akan menyaksikan langsung cara masyarakat memanjat pohon aren atau pohon tuak, sekaligus mendapatkan penjelasan tentang manfaat pohon tersebut dari akar hingga buah.
“Mereka tertarik, karena semua bagian pohon punya fungsi. Dari nira bisa diolah menjadi gula tradisional. Proses alami inilah yang menjadi pengalaman unik bagi wisatawan,” katanya.
Produk ketiga adalah pertunjukan seni dan budaya, termasuk penampilan musik tradisional menggunakan Sasando, alat musik khas NTT yang dikenal dunia di Belo. Lagu-lagu daerah, nasional, hingga berbahasa Inggris akan ditampilkan untuk menyambut tamu mancanegara.
Selain itu, wisatawan juga akan diarahkan mengunjungi Musium Kupang dan pusat UMKM dan miniatur potensi kabupaten/kota di NTT di Dekranasda, sehingga mereka mendapat gambaran menyeluruh tentang kekayaan daerah.
Yohanes Rumat menjelaskan, seluruh paket diatur dengan waktu kunjungan berbeda, agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.
“Kita atur waktu secara bergantian supaya tidak macet, tidak menumpuk di parkiran, dan perjalanan tetap sesuai jadwal kapal,” ujarnya.
Yohanes Rumat berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, benar-benar mempersiapkan infrastruktur dan fasilitas umum, terutama akses jalan menuju Baun yang menurutnya masih menjadi kendala setiap tahun.
“Selama mereka masih di kapal, itu ibarat wilayah negara mereka sendiri karena berbendera Amerika. Mereka resmi menjadi tamu kita saat turun dari kapal. Maka sebagai tuan rumah, pemerintah wajib menyambut dengan baik,” tegasnya.(iir)







