BKSAP DPR RI Kerjasama Dengan Kongres (Parlemen) Amerika Serikat

by
Kepala Biro BKSAP Setjen DPR RI Endah Tjahjani Dwirini usai melakukan kegiatan Technical Assistance Consultancy bersama HDP dari Kongres (Parlemen) Amerika Serikat (AS), di Jakarta. (Foto: Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai lembaga legislatif perlu melibatkan partisipasi publik dalam pembentukan undang-undang perlu dilakukan secara bermakna (meaningful participation). Berbagai cara pun dilakukan oleh Sekretariat Jenderal DPR RI untuk semakin meningkatkan partisipasi publik yang bermakna itu. Satu di antaranya, ialah dengan melakukan pembahasan bersama House for Democracy Partnership (HDP) dari Kongres (Parlemen) Amerika Serikat (AS) dan bertukar pengalaman dan keahlian dengan sistem pendukung yang ada di DPR RI.

“BKSAP bersama US Congress (Kongres AS), bekerja sama mengadakan semacam seminar dan pelatihan penguatan kapasitas dari para supporting system di DPR. Jadi tema kali ini adalah bagaimana untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dan juga keterlibatan dari organisasi masyarakat madani, CSO, untuk menghasilkan undang-undang yang responsif,” jelas Kepala Biro BKSAP Setjen DPR RI Endah Tjahjani Dwirini saat ditemui kegiatan Technical Assistance Consultancy, di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Dijelaskan Endah, dalam kegiatan ini khusus melibatkan Tenaga Ahli baik di Komisi, Fraksi, Badan dan juga teman-teman dari analis, perancang undang-undang dan analis legislatif di Setjen DPR RI sebagai peserta. Yang mana, selama dua hari, yakni 20-21 Juni 2024 mereka akan akan berdiskusi bersama dengan para staf ahli dari Kongres AS hingga dengan Anggota Parlemen terlama di AS yakni Nick. J. Rahall.

“Kami melihat penting untuk melibatkan atau meningkatkan kapasitas dari para tenaga ahli, karena mereka itu ada di garda depan. Mereka yang berhadapan langsung dengan Anggota DPR kita, baik di komisi maupun di fraksi, dan mereka juga yang memberikan rekomendasi kebijakan, yang menyusun banyak saran, dan juga rekomendasi kepada para anggota berdasarkan ekspertisnya masing-masing. Jadi itulah kenapa mereka sangat penting untuk dilibatkan dalam acara sharing session dan juga mendengarkan praktik terbaik dari para ahli di Kongres AS,” terang Endah.

Kerjasama ini, sambung Endah, hanya salah satu dari berbagai organisasi internasional yang bekerjasama dengan BKSAP guna meningkatkan kapasitas dan dukungan kinerja kepada para anggota dewan.

“Jadi sharing pengalaman antar sistem pendukung ini yang sangat berharga dan saling menguatkan sesama sistem pendukung dari teman-teman. Jadi apapun semua organisasi internasional yang dapat memberikan manfaat bagi penguatan institusi kita, bagi penguatan DPR dan supporting system-nya, kita dengan senang hati membuka diri untuk kerja sama tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, Endah berharap para peserta bisa memanfaatkan diskusi bersama HDP dengan sebaik-baiknya, terlebih juga bisa mengenalkan kanal-kanal digital yang dimiliki oleh Setjen DPR RI untuk optimalisasi partisipasi publik dalam pembentukan UU.

“Jadi dengan memberitahukan kepada para tenaga ahli itu bahwa kita punya kanal-kanal digital ini loh, yang mereka bisa juga bantu sosialisasi ke masyarakat, agar masyarakat menggunakan semua kanal-kanal yang sudah kita siapkan tersebut, itu tadi tujuannya untuk mendapatkan undang-undang yang lebih responsif,” pungkasnya. (Jim)