Demokrat Sebut Penilaian Suara Bacapres Anies Baswedan akan Tergerus Salah, Malah Sebaliknya

by
Anies Baswedan, Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Banyaknya publik yang menyangsikan bahwa bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan akan kalah dalam persaingan Pilpres dan partai pendukung suaranya akan tergerus, dibenarkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar.

Menurutnya, bahwa pernyataan politikus PDIP Adian Napitupulu yang menyebut akan ada bakal calon presiden (bacapres) yang suaranya tergerus habis, sama sekali tak masuk akal. Anies Baswedan akan mampu bersaing dengan sosok lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

“Kalau saya sih meyakini Anies akan mampu bersaing secara kompetitif dengan Ganjar dan Prabowo karena pendukungnya berasal dari kelompok masyarakat yang ingin perubahan, dan ini real ada,” kata Renanda dikonfirmasi, Minggu (25/6/2023).

Renanda mengatakan sah-sah saja Adian menyampaikan penilaian itu. Namun, ia meyakini Anies memiliki pasar pemilihnya sendiri.

“Bahkan saya menduga makin lama kelompok atau ‘pasar politik’ ini akan semakin membesar menjelang 14 Februari saat Pilpres berlangsung,” ucap Renanda.

“Betul. Ada ‘captive market’ politik yang ingin terus mendukung Anies. Apa aspirasi mereka? Perubahan. Dan mereka yakin figur seperti Anies dan AHY bisa mewujudkan itu,” sambungnya.

Adian Napitupulu sebelumnya mengungkap peta bakal calon presiden (bacapres) di Pilpres 2024. Adian yakin bakal ada bacapres yang suaranya bakal tergerus habis.

“Gini lho. Akan ada bacapres yang suaranya tergerus habis,” kata Adian di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (24/6/203) malam. Adian menjawab pertanyaan apakah yakin bahwa nantinya di Pilpres 2024 hanya ada dua pasangan calon.

Saat ditanya apakah bacapres yang dimaksud adalah Anies Baswedan yang didukung NasDem, PKS, dan Demokrat, Adian mengatakan iya.

“Sepertinya iya,” ungkapnya.

Adian kemudian menjelaskan mengenai kalkulasinya. Menurutnya, suara masyarakat akan kembali pada suara asalnya.

“Ada sebagian kembali ke Prabowo. Ada sebagian kembali ke Ganjar yang memang bagian dari suara Jokowi kemarin. Makanya Jokowi sekarang ke Ganjar, besok ke Prabowo. Sekarang ke Ganjar, besok Prabowo. Suaranya balik lagi, balik lagi, balik lagi, balik lagi,” tutur Adian.

“Ya itulah fungsi endorse. Ini kalkulasi ya,” imbuh anggota DPR RI itu.

Adian juga menjawab perihal apakah keyakinan tersebut juga buntut dari mimpi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Adian mengatakan bahwa dia lebih percaya dengan kalkulasinya ketimbang menafsirkan mimpi.

“Gini ya. Kalau gue tu lebih percaya pada perhitungan dan kalkulasi daripada sibuk menafsirkan mimpi. Kalau gue begitu. Bahwa SBY boleh bermimpi itu hak dia, tapi gue lebih suka pada kalkulasi daripada menafsirkan mimpi,” kata Adian. (Ram)