BERITABUANA.CO, JAKARTA – Demonstrasi massa yang dilakukan dari berbagai elemen, guna menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, di Gedung DPR RI, Selasa (6/9/2022), diprediksi akan besar. Pasalnya untuk yang saat ini, jumlah massa sudah mencapai ribuan.
Jumlah masa saat ini masih didominasi oleh kaum buruh. Akan bertambah, mengingat massa yang demo hari ini ada sekira 11 elemen. Di antaranya mahasiswa.
Massa dari elemen buruh dan mahasiswa melakukan demo menolak kenaikan harga BBM, telah omnibus law UU Cipta Kerja, dan naiknya UMK 2023 sebesar 10-13 persen.
Demo itu sendiri dilakukan di dua lokasi, di depan gedung DPR/MPR/DPD RI, dan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Akibat demo tersebut, di depan gedung DPR/MPR/DPD Senayan Jakarta, lalu lintas di lokasi macet. Massa memadati seluruh jalur arteri di Jalan Gatot Subroto arah Grogol. Hanya tersisa busway atau satu lajur khusus bus TransJakarta (TransJ).
Kendaraan bermotor yang melintas, baik motor maupun mobil, diarahkan untuk melintas di busway. Traffic cone oranye dipasang di sepanjang Jalan Gatot Subroto arah gedung DPR
Kendaraan-kendaraan tersebut mulai memasuki busway di sekitar exit Tol Pejompongan (gedung DPR/MPR/DPD). Antrean kendaraan tampak lumayan memanjang.
Kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota arah Grogol juga terpantau padat. PT Jasa Marga memberlakukan buka-tutup di exit Tol Pejompongan.
Gerbang DPR RI sudah mulai didirikan kawat berduri. Petugas kepolisian juga sudah tampak bersiaga di depan gedung DPR/MPR/DPD RI.
Sebanyak 3.200 personel gabungan TNI-Polri menjaga kelancaran demo di gedung DPR. Sementara di Patung Kuda dikerahkan sekitar 4.000 personel gabungan.
Polisi mendapat laporan ada 11 elemen yang akan melakukan aksi di Jakarta Pusat hari ini yang tersebar di 7 titik.







