PINKAN- Sanggar Limeka dan PNT- Kawanua Melbourne Sukses Lakukan Kolaborasi Musik Kolintang

by
Ilustrasi. (Foto: Ist)

PERTUNJUKKAN kolaborasi kolintang antarbenua lndonesia dan Australia patut diapresiasi karena berlangsung sangat sukses dan meriah. Apalagi acara ini menampilkan artis papan atas Ermy Kullit (Indonesia) dan Talitha Doodoh (Australia).

Acara yang disiarkan langsung melalui media sosial zoom metting dan youtube, Sabtu sore, (lndonesia) dan malam (Australia) diikuti ratusan pencinta musik kolintang baik di lndonesia dan manca negara. Bahkan Konjen RI di Melbourne Kuncoro Giri Waseso sangat mengapresiasi dan mendukung acara tersebut.

Menurut Ketua Panitia Join Kullit salah satu penggagas acara “Malam Bakudapa Kolaborasi Kolintang” Oleh PNT dan Kawanua Melbourne Australia bersama Persatuan Artis Kolintang Nasional (PINKAN) serta Sanggar Limeka, salah satu poin utama memperkenalkan musik kolintang ke manca negara.

“Kita sangat mencintai musik asli Minahasa ini. Sehingga saya akan terus merencanakan acara semacam ini mungkin ke Amerika, Jepang dan Eropa. Tujuan akhir musik kolintang bisa Goes to Unesco, ” jelas Join Kullit, dari Melbourne, Australia.

Ketua PNT Marsekal Pertama Aldrin P Mongan, ST, M.Hum, M.Han dalam sambutan, sangat mendukung acara kolaborasi musik kolintang dan berterima kasih kepada semua pihak yang menyukseskan acara ini, terutama kepada PINKAN dan Sanggar Limeka, Kawanua Melbourne dan semua panitia.

Hal senada diungkapkan President Kawanua Melbourne Australia Conny Rotinsulu SH, MH, LLM, PhD. Conny, mengajak insan Kawanua di manca negara membantu memperkenalkan musik kolintang asli Minahasa ini.

Sementara Ketua Umum PINKAN ibu Penny Marsetio, menyambut baik penyelenggaraan pertunjukkan kolintang antarbenua ini.

“Saya mengapresiasi dan sangat mendukung acara semacam ini, ” tutur Ny. Penny Marsetio (istri mantan Kasal Laksamana Marsetio ) dari London, lnggris.

Selain itu, tokoh Kawanua Irjen Purn DR Ronny F Sompie, menyampaikan dukungan penuh acara ini, karena ini akan menjadi jejak digital sebagai bukti kolintang sudah merambah ke manca negara. Apresiasi juga disampaikan Ibu Angelica Tengker yang mengaku sangat salut akan penyelenggaraan acara ini. Bahkan, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda sempat ikut zoom metting memantau acara ini.

Perlu kita ketahui PINKAN dan Sanggar Limeka, sudah mendaftarkan kolintang ke Ditjen Kebudayaan (Kemendikbud) untuk ikut Goes To Unesco bersama sejumlah warisan budaya (heritage) lainnya di lndonesia.

Kolaborasi musik kolintang secara bergantian ini, dipandu MC Lousje Kilool (Keke) dari Cafe Kopi JJ Utan Kayu, Jakarta bersama grup Kolintang Limeka pimpinan Maurits Tumandung dan MC dari Australia Michele Pangemanan bersama grup Kolintang Kawanua Melbourne yang membawakan secara bersama lagu-lagu Minahasa.

Selain Ermy Kullit penyanyi musik Jazz nomir wahid yang membawakan sejumlah lagu Minahasa, ada juga Mayjen Purn Lodewyk Pusung, menyumbangkan dua lagu Minahasa yang langsung diterjemahkan artinya. Lodewyk sebagai pembina Sanggar Limeka dan Winetin di Desa Paslaten Kec Kauditan, Minahasa Utara, Sulut ini sangat concern dan cinta terhadap musik kolintang. (nico karundeng)