73 dari 189 Kasus Permasalahan Buruh Migran Asal Cianjur

by
Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (ASTAKIRA) Pembaharuan DPC Kabupaten Cianjur, Ali Hildan (foto: YS)

BERITABUANA.CO.CIANJUR – Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (ASTAKIRA) Pembaharuan, Kabupaten Cianjur, Ali Hildan mengatakan ASTAKIRA Pembaharuan sudah menangani ratusan permasalahan Pekerja Migran Indonesia ( PMI), yang dulu disebut TKI.

“Sebanyak 73 dari 189 kasus permasalan Buruh Migran atau PMI yang ditangani ASTAKIRA Pembaharuan berasal dari Cianjur. Kini tinggal 20% lagi. Permasalahannya variatif. Misal, tindak kekerasan Asusila, Tidak dibayar gaji, Overstay ,” ujar Ali Hildan kepada www.beritabuana.co seusai ‘Sosialisasi Tindak Kekerasan’ yang di gelar di Aula Kantor Kecamatan Pacet. Jumat, (26/11/2021)

Menurutnya, bekerja ke Luar Negeri menjadi buruh migran atau PMI resikonya sangat tinggi. PMI sering dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan atau tidak kriminal.

Di antaranya, tindak kekerasan, tidak dibayar gaji, pelecehan seksual, hilang kontak atau tidak ada kabar ke keluarga dan overstay atau kerja melebihi batas kontrak.

Selain itu, kata Ali Hildan, PMI harus sanggup meninggalkan keluarga dan jauh dari kampung halaman. Dan harus mengikuti adat istiadat dan budaya Negara tujuan.

Kemudian, ia menyarankan bila ada permasalan di luar negeri dimana PMI bekerja, PMI melaporkan ke pihak pemeroses atau ke PT yang memberangkatkannya. Bisa juga melaporkan ke pihak KBRI selaku perwakilan Negara.

Mengingat persoalan buruh migran di Kabupaten Cianjur bermunculan. Pihaknya dengan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur berkoordinasi untuk melakukan sosialisasi, guna mengantisipasi PMI asal Cianjur tidak lagi menjadi korban kekerasan, sekaligus mengurangi untuk tidak bekerja ke luar negri. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *