Masyarakat Keluhkan Harga PCR, MPR Minta Pemerintah Kaji dan Evaluasi

by
WhatsApp-Image-2021-10-14-at-14.07.09
Bamsoet menghadiri Penutupan PPSA XXIII Tahun 2021 Lemhannas RI, secara virtual di Jakarta, Kamis (14/10/2021). (Foto: Humas MPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah untuk mengkaji dan mengevaluasi kebijakan penetapan harga tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 bagi masyarakat.

Hal itu ditanggapi Bambang Soesatyo terkait ramainya keluhan atas kebijakan mahalnya harga PCR di ruang publik

“Mengkaji dan mengevaluasi kebijakan penetapan harga PCR yang terjangkau bagi masyarakat, mengingat ada beberapa kegiatan yang mewajibkan untuk dilakukan tes PCR,” kata Bambang, di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Dikatakan pria yang akrab disapa Bamsoet ini, tingginya harga PCR sebagai salah satu prasyarat perjalanan pada moda transportasi udara sangat berat dirasakan. Pasalnya, sambung dia, selain membeli tiket pesawat yang tidak murah, ditambah biaya PCR seharga tiket.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan/Kemenkes mengkaji kembali harga tes PCR yang berlaku saat ini, dikarenakan harga tes PCR yang dinilai masih tinggi dan memberatkan sebagian masyarakat, dikarenakan selain harga tiket pesawat yang tidak murah, juga harus ditambah dengan beban biaya melakukan tes PCR,”papar politikus Golkar itu.

“MPR meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menyesuaikan harga tes PCR dengan kondisi perekonomian masyarakat,”tambahnya.

Dalam kesempatannya itu, Bamsoet juga meminta agar pemerintah melalui Kemenkes dan Kementerian Komunikasi dan Informatika/Kemkominfo segera memperbaiki server dan sistem di aplikasi PeduliLindungi agar lebih ramah gadget dan mudah untuk diakses.

“Sehingga tidak mempersulit masyarakat, khususnya yang akan bepergian dengan pesawat, dikarenakan terintegrasinya data masyarakat dengan Aplikasi tersebut diperlukan sebagai salah satu syarat perjalanan,”ujar dia.

“Meminta pemerintah berkomitmen untuk selalu memberikan kebijakan yang terbaik bagi masyarakat, dan tidak menambah beban masyarakat di tengah pemulihan ekonomi saat ini,” pungkasnya. (Jal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *