Faisal Basri: Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Bukan Hal Baru

by
Ekonom senior Faisal Basri.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjadi belakangan ini bukanlah hal baru. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melambat sejak sebelum adanya pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri dalam acara Gelora Talk bertema “Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha” yang dibuka Ketua Umum DPN Partai Gelora Anis Matta, Rabu (13/10/2021).

Untuk tahun 2021, Faisal memprediksi, ekonomi nasional hanya mampu tumbuh 4,5 persen. Apalagi, sebelum ada pandemi pun Indonesia perekonomian sudah melemah jadi dari 8 persen kemudian turun menjadi 7 persen.

“Lalu jadi 5 persen di era Pak Jokowi pertama dan di era Pak Jokowi kedua kira-kira di bawah 5 persen, (tumbuh) 4,5 paling optimis,” sebutnya lagi.

Karena itu Faisal mengatakan, wajar jika pemerintah beberapa waktu lalu sangat bergembira ketika ekonomi nasional tumbuh mencapai angka 7,07 persen di kuartal II-2021. Padahal kecepatan pemulihannya Indonesia lambat.

Prediksi Faisal ini diperkuat dengan data International Monetary Fund (IMF), yang memberikan penjelasan dan merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021. 

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini baru direvisi oleh IMF hanya 3,2 persen, jauh di bawah 5 persen kondisi sebelum pandemi,” terangnya.

Namun meskipun pertumbuhannya dirasa lambat, bekas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengakui, saat ini ekonomi Indonesia sudah mengarah pada recovery atau pemulihan dari dampak pandemi Covid-19. 

“Indonesia yang putih menuju arah pemulihan. Ini masih memburuk nih Singapura, Korea, Taiwan, Nigeria, Pakistan, dan sedikit Jepang yang harus dipertahankan walaupun kita skornya masih kecil Nomor 43 dari 50 negara. Ini kata majalah ekonomis per Oktober,” pungkasnya. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *