Penjual Narkotika Dituntut 10 Tahun Penjara

by
Penuntut umum Doni Panjaitan,SH membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim PN Jakarta Utara

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2019 tentang Narkotika, terdakwa Muhammad Zepri dituntut selama 10 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa Muhammad Zepri selama 10 tahun,” kata jaksa penuntut umum Doni Panjaitan,SH, Rabu (28/4/2021), di sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Tuntutan tersebut, kata penuntut umum setelah perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur-unsur pasal 114 ayat (2) tentang Narkotika.

“Unsur-unsur yang kami dakwakan kepada terdakwa terbukti secara sah menurut hukum. Oleh karena itu, terdakwa harus dinyatakan bersalah,” terang penuntut umum dalam requisatornya dihadapan majelis hakim yang diketuai Agung Purbantoro,SH.

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap polisi di sebuah kos-kosan di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Agustus 2020 yang lalu.

Sebelumnya polisi mendapat informasi maraknya peredaran narkotika di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun transaksi target polisi ini berpindah ke arah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Setelah alamat transaksi diketahui, polisi kemudian menggerebek sebuah kos-kosan di Mampang Prapatan.

Dari lokasi, selain mengamankan terdakwa, polisi juga menemukan barang bukti narkotika berupa sabu dengan berat bruto 10 gram lebih.

Sementara itu, terdakwa mengakui bahwa barang haram tersebut didapatnya dari Kinoy (belum tertangkap) di daerah Condet, Jakarta Timur.

Setelah sabu ditangan terdakwa, lalu dibagi menjadi 23 paket dengan tujuan menyuruh orang lain untuk menjualnya.

Harga per paket antara Rp 150.000 sampai Rp 1,3 juta. Sedangkan tiap paketnya, terdakwa memberi kode huruf A sampai N.

Sebelum terdakwa menjual habis sabu itu, polisi keburu datang menangkap terdakwa.

Terkait dengan tuntutan jaksa, Imam Setiadi, SH, penasehat hukum terdakwa menyebut akan melakukan pembelaan hukum terhadap kliennya.

“Sidang berikutnya kami buat pleidoi yang mulia,” ujar imam kepada majelis hakim. (Sormin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *