Kasus Dugaan Korupsi Edhy Prabowo Memalukan

by
Ujang Komarudin, peneliti dari Universitas Al Azhar Indonesia. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, setibanya dari perjalan tugas di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pekan lalu.

Menurut penyidik, Edhy Prabowo di duga menerima uang dari pengusaha eksportir dalam kaitan izin ekspor benih lobster. Uang tersebut kemudian digunakan untuk berbelanja barang mewah bersama istrinya.

Dalam catatan, Edhy Prabowo adalah menteri yang pertama di tangkap KPK di periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, kasus yang dialami oleh Edhy Prabowo ini sungguh memalukan, karena tak sepantasnya seorang menteri melakukan korupsi.

“Apalagi uang hasil suap atau korupsinya di duga digunakan untuk belanja barang mewah. Ini bisa menyakiti rakyat, terutama yang hidupnya sedang dalam kesusahan karena pendemi Covid-19, kata dosen tetap di Universitas Al Azhar Indonesia ini menjawab beritabuana.co di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Menjawab pertanyaan, Ujang mengatakan, memang siapa pun , ketika masih menjabat di pemerintahan, godaannya pasti ada. Pejabat pasti mendapat godaan untuk melakukan korupsi, meski mereka sendiri tahu dan sadar perbuatannya sebuah kesalahan besar.

“Kenapa dia mau korupsi? Iya, bisa saja karena kebutuhan, seorang pejabat termasuk Edhy Prabowo, mau korupsi karena butuh. Butuh untuk gaya hidup dan tentu saja uang itu bisa di simpan untuk keperluan pemilu berikutnya,” ujar Ujang, juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review.

Meski masih dalam pemeriksaan atas dugaan korupsi Edhy, Ujang Komarudin menilai, Prabowo Subianto sebagai atasannya yaitu Ketua Umum DPP Partai Gerindra ikut ketiban getahnya atau ketiban ruginya. Masalahnya, yang terlibat dalam dugaan korupsi ini tidak lain orang dekatnya sendiri, sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

“Kasihan Pak Prabowo Subianto, beliau malu, dan malu sekali. Karena apa ? Karena justru orang dekatnya sendiri menampar Prabowo,” kata Ujang.

Terkait sikap.koperatif Edhy Prabowo saat ditangkap di bandara internasional Soekarno Hatta ketika itu, Ujang menyatakan akan sia-sia apabila saat itu Edhy melakukan perlawanan. Percuma saja dia melawan karena kemungkinan besar KPK sudah memiliki banyak alat bukti dan bukti itu akurat.

“Itu sebabnya dia menuruti perintah penyidik KPK, menyerah dan lebih baik bersikap koperatif,”ujarnya. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *