Pemerintah Bayar Influencer untuk Promosikan RUU Ciptaker, Dikritik Politisi PKS

by
Sukamta, Fraksi PKS DPR RI.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI, Sukamta menyayangkan adanya sejumlah artis dan influencer yang dikontrak untuk mendukung atau mempromosikan Omnimbus Law Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker), melalui video bertagar #IndonesiaButuhuhKerja pada akun Instagram mereka.

Diakui Sukamta melalu keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020) penggunaan artis dan influencer untuk mempromokan produk jadi salah satu model marketing yang sukses.

“Saya kira dengan menggunakan influencer bisa efektif untuk promosi wisata atau dalam rangka penanganan Covid-19 digunakan untuk sosialisasi disiplin protokol kesehatan. Tetapi jika hal ini digunakan untuk sebagai sarana politik untuk menggiring opini publik terhadap persoalan pemerintahan yang sedang diperdebatkan, jelas ini tidak etis. Saya harap pemerintah jangan asal gunakan influencer,” tandasnya.

Lebih lanjut Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini memberikan apresiasi positif kepada sejumlah artis yang telah melakukan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf dan juga mengembalikan uang yang mereka dapat terkait postingan #indonesiabutuhkerja.

“Mendengar mereka mengatakan tidak tahu menahu jika unggahan dengan biaya 10 juta rupiah per postingan ternyata bernuansa politik, menunjukkan kegiatan ini tidak transparan, padahal menggunakan anggaran yang besar. Ini yang kita khawatirkan sejak awal ada penyalahgunaan anggaran miliaran yang mengalir ke perusahan buzzer bayaran atau sering disebut sebagai buzzerRp yang kadang membuat keonaran di media sosial untuk tujuan politik,” ujarnya.

Karena itu, Sukamta berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah lebih selektif dalam penggunaan anggaran untuk influencer.

“Fokus kita saat ini mengatasi pandemi, para artis dan influencer bisa diajak pemerintah untuk memperkuat kampanye disiplin protokol kesehatan. Saya kira ini akan lebih bermanfaat,” pungkasnya. (Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *