Langkah Strategis BAZNAS Bantu Krisis Covid-19

by
IMG-20200415-WA0087
Bantuan BAZNAS untuk keluarga terdampak Covid-19

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berjuang menjalankan amanah umat di tengah kondisi pendemi Covid-19 yang tak kunjung reda.

Menurut Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA CA dalam media conference melalui online, Rabu ,(15/4/2029), pihaknya total dalam menggerakkan seluruh lembaga program untuk turun membantu masyarakat yang terdampak, seperti mustahik, khususnya keluarga miskin, pekerja informal, dan kelompok rentan yang sangat terdampak perekonomiannya karena krisis Covid-19.

“BAZNAS memiliki 11 lembaga program yang saat ini terus melakukan berbagai aksi dan kegiatan untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis Covid-19. Kami terus berada di lapangan untuk memastikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat terakomodir dengan baik,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, dalam upaya mendukung langkah pemerintah, BAZNAS juga berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 BNPB dimana BAZNAS menjadi salah satu pengurus di bidang kerelawanan. Tak hanya itu BAZNAS juga mensuport kebutuhan logistik para tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

“BAZNAS juga melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama, KNKS, dan juga Kementerian Sosial untuk mensinergikan program terkait dengan penanganan Covid-19. Selain itu BAZNAS bersama Lembaga Amil Zakat se-Indonesia juga telah membentuk Crisis Center pencegahan penyebaran Covid-19.” tuturnya.

Bambang juga menyampaikan apresiasinya kepada para muzaki dan seluruh donatur yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) maupun barang dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 ini.

“Terkait penanggulangan Covid-19, hingga pertengahan April ini, kami memperkirakan bantuan BAZNAS di seluruh Indonesia mencapai Rp40 Miliar. Untuk BAZNAS pusat sendiri telah menyalurkan bantuan sebesar Rp4.488.146.940 dengan rincian realisasi penyaluran diantaranya Rencana Aksi Nasional (RAN) yakni sebesar 22 persen, bantuan dari Badan Pengelola Keuangan haji (BPKH) sebesar 43 persen, Program pendistribusian 30 persen, dan program pendayagunaan 5 persen. Bantuan tersebut akan terus bertambah, dan BAZNAS memperkirakan akan mencapai angka sekitar Rp30 miliar terkait dengan program Covid-19 ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE., MEc menambahkan selama ini BAZNAS membantu penyaluran bantuan terkait Covid-19 dengan memakai dana zakat, infak, sedekah, CSR maupun dompet kemanusiaan.

“Untuk pengelolaan dana zakat ini, di BAZNAS sangat hati-hati. Dana zakat harus disalurkan oleh BAZNAS sesuai ketentuan syariah yakni kepada mustahik beragama Islam yang membutuhkan,” jelasnya.

“Sementara dana infak, sedekah, CSR, serta dompet khusus kemanusiaan dapat digunakan untuk membantu masyarakat terdampak krisis Covid-19 tanpa memandang golongan baik muslim dan non muslim,” kata Zainul.

Menurut Zainul, semua penyaluran bantuan dari dana zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan, atau CSR, BAZNAS selalu melakukannya dengan terukur, dilaksanakan, diaudit, dan dilaporkan secara transparan dan akuntabel.

Anggota BAZNAS, Nana Mintari mengatakan, BAZNAS telah melakukan aksi dan edukasi pencegahan yang dilaksanakan oleh lembaga program seperti BAZNAS Tanggap Bencana, Layanan Aktif BAZNAS, Rumah Sehat BAZNAS, LPEM, ZCD, BMfi dan lembaga program lain.

“Untuk memberikan dukungan bagi tenaga medis yang berjuang di garda depan penanganan Covid-19, BAZNAS aktif menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa Rumah Sakit rujukan penanganan Covid-19. Selain itu mengingat tidak semua masyarakat dapat melakukan aktivitas di rumah, BAZNAS juga berinisiatif melakukan pensterilan dengan penyemprotan disinfektan ke beberapa area publik di kawasan Jabodetabek. Untuk di daerah, BAZNAS membentuk Kampung Tanggap Bencana Corona yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Nana, BAZNAS juga memiliki program bantuan darurat ekonomi untuk keluarga miskin, pekerja informal, dan kelompok rentan yang terhimpit secara ekonomi akibat Covid-19.

“BAZNAS memiliki beberapa program diantaranya program Cash For Work dengan memberdayakan mereka yang kehilangan penghasilan harian, Paket Logistik Keluarga berupa bantuan sembako untuk fakir miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, dan juga pendirian Gerai Mikro untuk memfasilitasi UKM yang mengalami penurunan usahanya,” jelas Nana. (efp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *