Surat Terbuka Fahri Hamzah ke Presiden Jokowi yang Minta Pembebasan Eks Menkes Siti Fadilah untuk Tangani COVID-19

by
Mantan Menkes era SBY, Siti Fadilah Supari. (Foto: Istimewa)
Fahri Hamzah. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketika kasus virus corona atau COVID-19 yang bermula terjadi di Wuhan, Tiongkok dan kini menyebar hampir diseluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia menjadi pandemik, tiba-tiba teringat nama mantan Menteri Kesehatan (Menkes) era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Siti Fadilah Supari. Siti Fadilah Supari dikaitkan dengan virus Flu Burung yang menewaskan sejumlah orang di Indonesia itu, kini menjadi viral dijagat maya.

Siti Fadilah Supari juga dikaitkan dengan konspirasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization/WHO dengan Amerika Serikat. Konspirasi WHO-AS terkait pengambilan sampel virus Flu Burung dari Indonesia dan dugaan pembuatan senjata biologi.

Adalah mantan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019, Fahri Hamzah yang melakukan kultwit terkait kasus tersebut melalui akun pribadinya @Fahrihamzah, pada Rabu (18/3/2020) malam.

“Siti Fadhilah Supari seorang jenius Indonesia yang menjadi korban konspirasi jahat,” tulis Fahri menjelaskan siapa Siti Fadilah Supari, mantan Menkes pada era Presiden SBY, yangi dilantik menjadi Menkes pada 21 oktober 2004.

Saat ini, Siti Fadilah Supari yang berusia 71 tahun, masih mendekam di penjara terkait vonis Pengadilan TIndak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan di lembaga yang dipimpinnya kala itu, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Siti Supari pernah berselisih atau konflik dengan WHO karena menolak pengambilan sample virus Flu Burung dari Indonesia oleh WHO. Bahkan, dirinya berani memutuskan untuk mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada November 2006, karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lalu dijual ke negara-negara berkembang.

Pada tanggal 6 Januari 2008, Siti Fadilah merilis buku “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung” yang berisi mengenai konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan “senjata biologis” dengan menggunakan virus flu burung. Karena konspirasi WHO dan Amerika Serikat itulah, dalam pandangan Fahri Hamzah, Siti Fadilah Supari menjadi korban dan dijebloskan ke penjara.

Untuk itu, Fahri Hamzah yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia itu, melalui surat terbukanya meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membebaskan Siti Fadilah Supari.

“Yang terhormat Pak Jokowi dan Pak Prabowo, ini waktunya Bapak membebaskan Ibu Siti Fadhilah Supari, seorang jenius Indonesia yang menjadi korban konspirasi jahat. Ia menjadi dosen, menjadi ahli dan memimpin penelitian di berbagai lembaga akademik puluhan tahun,” tulisnya.

Fahri juga menuturkan kalau Siti Fadila Supari dipilih sebagai kader Muhammadiyah. Umurnya sekarang hampir 71 tahun, dan kini masih mendekam di penjara. Bahkan, Fahri mengaku menyaksikan kesederhanaannya, sehingga akhirnya oleh Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla saat itu, yang bersangkutan dipercaya menjadi Menteri Kesehatan dan dilantik tanggal 21 oktober 2004.

“Sejak dilantik beliau yang sederhana ini sangat peduli dengan kesehatan rakyat. Ia juga peduli dengan isu kesehatan sebagai ketahanan nasional. Pandangan ini membuatnya sangat berhati-hati dengan kegiatan pihak luar, termasuk WHO dalam mengambil sumberdaya nasional kita,” bebernya.

Bahkan, masih menurut Fahri yang mengutip data-data dari wikipedia tentang sepak terjang Siti Fadilah yang beranai mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada November 2006, karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lalu dijual ke negara-negara berkembang.

“Ini menimbulkan ketegangan. Setelah itu, ia berusaha mengembalikan hak Indonesia, pada 28 Maret 2007, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan WHO untuk memulai pengiriman virus dengan cara baru untuk memberikan akses vaksin terhadap negara berkembang,” kutip Fahri yang juga menuliskan hastag #BebaskanSitiFadilah.

Bukan itu saja, Fahri juga mengatakan kalau pada tanggal 6 Januari 2008, Siti Fadilah merilis buku berjudul; “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”, yang berisi mengenai konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan “senjata biologis” dengan menggunakan virus flu burung.

“Bukunya (Siti Fadila) dianggap membongkar konspirasi WHO dan AS. Siti Fadilah ‘membuka kedok” World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut. Buku ini menuai protes dari petinggi-petinggi WHO dan AS, sehingga menarik buku dalam edisi Bahasa Inggris dari peredaran untuk dilakukan revisi. sedangkan buku edisi Bahasa Indonesia masih beredar dan memasuki cetakan ke-4,” ungkapnya. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *