WHO Tetapkan Wabah COVID-19 Sebagai Pandemi

by
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

BERITABUANA.CO, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Heald Organization/WHO telah menetapkan wabah virus corona (COVID-19) sebagai pandemi, menyusul data yang dikeluarkan Wrldometers menunjukkan lebih dari 125.000 orang telah terinfeksi di seluruh dunia, dengan lebih dari 4.500 kematian dan lebih dari 68.000 berhasil disembuhkan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagaimana dilansir dari laman CNN, Kamis (12/3/2020).

Virus ini, kata Tedros, juga telah ditemukan di seluruh benua di dunia kecuali Antartika.

“Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh Virus Corona. Dan kami belum pernah melihat pandemi yang dapat dikendalikan pada saat yang sama,” ucapnya.

“Menggambarkan situasi sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Virus Corona ini. Itu tidak mengubah apa yang dilakukan WHO, dan itu tidak mengubah apa yang seharusnya dilakukan oleh suatu negara,” tambahnya lagi.

Tedros menambahkan bahwa jika negara melakukan deteksi, tes, perawatan, isolasi, dan pelacakan serta mobilisasi orang-orang dalam penanganannya, maka itu dapat membantu mencegah perluasan wabah virus.

“Beberapa negara telah menunjukkan bahwa virus ini dapat ditekan dan dikendalikan,” terangnya.

Menurut WHO, pandemi didefinisikan sebagai penyebaran suatu penyakit baru ke seluruh dunia. Sementara, wabah adalah peristiwa kasus penyakit yang melebihi apa yang biasanya diperkirakan. Sedangkan epidemi adalah kasus penyakit, perilaku terkait kesehatan tertentu, atau kejadian terkait kesehatan lainnya di komunitas atau wilayah yang melebihi jumlah tertentu.

Pada bulan Januari, WHO mendeklarasikan wabah Virus Corona baru sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

“WHO telah menilai wabah ini sepanjang waktu dan kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan dan dengan tingkat kelambanan tindakan yang mengkhawatirkan,” lanjut Tedros dengan menambahkan bahwa semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini.

Pandemi terakhir yang dilaporkan di dunia adalah pandemi flu H1N1 pada tahun 2009, yang menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menewaskan 150.000–575.000 orang secara global. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *