BERITABUANA.CO, AGADEZ – Pihak Kepolisian yang berwenang di Gurun Sahara, Niger Utara, Afrika menyatakan sebuah truk berpenumpang sedikitnya 51 orang, mogok di Gurung Sahara, Afrika. Karena mogoknya tak bisa diselesaikan hingga berhari hari, 49 orang tewas kehausan.
Gurun Sahara itu sendiri adalah tempat terpencil di Niger Utara, Afrika. Jauh dari keberadaan air. Karena berhari hari tak menemukan, 49 penumpang tewas.
Pemerintah Provinsi Agadez mengatakan para korban tewas termasuk dalam rombongan yang kembali dari Mali untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga mereka di Niger
“Sebanyak 49 orang meninggal karena kehausan di daerah terpencil lebih dari 80 km sebelah barat Assamaka. Disebabkan kekurangan air dan tidak mampu memperbaiki kendaraan meskipun pengemudi, asistennya, dan para penumpang telah berusaha, para pelancong tersebut terjebak di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat di mana suhu ekstrem dan ketiadaan titik perbekalan membuat kelangsungan hidup sangat sulit,” kata pemerintah dikutip dari Aljazeera, Sabtu (7/6/2026).
Namun, menurut pemerintah provinsi, dua orang berhasil selamat setelah berjalan kaki lebih dari 50 km (31 mil) menuju sumber air dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Assamaka dan berhasil memberi tahu pihak berwenang.
Delegasi yang dikirim ke lokasi kejadian oleh Gubernur Jenderal Wilayah Agadez, Ibra Boulama Issa, mengetahui bahwa truk tersebut telah melakukan perjalanan selama beberapa hari dari kota Talhandek di Mali, sekitar 300 km dari perbatasan Niger.
Belum jelas apa yang menyebabkan kerusakan truk tersebut atau berapa hari penumpang menunggu. Upaya pengemudi, asistennya, dan para penumpang untuk memperbaiki truk tersebut gagal.
“Di tempat kejadian, temuan-temuan tersebut sangat mengerikan. Puluhan mayat ditemukan di bawah truk yang tidak bergerak dan di sekitarnya,” kata pemerintah provinsi Agadez.
Zona gurun merupakan titik transit yang dikenal bagi pengungsi dan imigran yang ingin pergi dari negara-negara Afrika ke Eropa. Di sana, banyak yang meninggal karena kehausan atau kelaparan di tengah teriknya pasir. (Kds)







