BERITABUANA.CO, BOGOR – Sindikat penipuan atau scam online yang dilakukan warga negara asing (WNA) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dibongkar. Sebanyak 13 pria berkewarganegaraan Jepang ditangkap.
“Ke 13 warga negara Jepang itu ditangkap, diduga melakukan kegiatan cyber, atau scamming online berbentuk pemerasan menggunakan atribut kepolisian Jepang, yang dilakukan secara terorganisir,” kata Plt Dirjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyaratan Brigjen Yuldi Yusman dalam jumpa pers di kantor Imigrasi Bogor, Rabu (4/3/2026).
Yuldi menjelaskan, mereka 13 WNÂ ditangkap murni hasil operasi keimigrasian pada Senin (2/3/2025). Para pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda di kawasan Sentul, Bogor.
“Jadi murni ini hasil pengembangan dan informasi masyarakat. Informasi itu dilalakukan pendalaman, melalui survei, undercover dan nyatanya benar ditemukan ada kegiatan WNA yang ternyata orang Jepang yang melakukan kegiatan tersebut. Jadi tidak ada request dari Jepang,” ucap Yuldi.
Yuldi menyebut 13 WN Jepang yang diamankan merupakan pria dewasa berusia sekitar 40-45 tahun. Para pelaku juga diamankan karena menyalahi izin tinggal selama di Indonesia. Para pelaku yang diamankan berinisial SL, TY, TM, AO, MM, TA, SN, KN, TS, ST, SK, NK dan TO.
“Satu orang asing berinisial SL masuk menggunakan visa on arival (VoA), dan 12 lainnya menggunakan visa kunjungan atau D12 yang diperuntukkan untuk kegiatan pra investasi,” ujar Yuldi yang didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas IA Bogor Ritus Ramadhana dan Kakanwil Ditjen Imigrasi Jabar Jaya Saputra.
Yuldi mengatakan operasi dan penindakan keimigrasian dilakukan sebagai bagian penegakan hukum dan memastikan hanya WNA yang memberi manfaat dan patuh hukum yang tinggal di Indonesia.
“Operasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan penegakan hukum keimigrasian, untuk memastikan terlaksananya kebijakan selective policy, yang merupakan prinsip dasar yang hanya mengizinkan orang asing yang memberikan manfaat bagi negara dan tidak membahayakan keamanan atau ketertiban umum untuk masuk serta tinggal wilayah Indonesia,” imbuhnya. (Bgr)






