BERITABUANA.CO, JAKARTA– Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf, meninjau kesiapan dapur aktif dan fasilitas lobi hotel untuk jemaah haji Indonesia Tahun 2026. Dalam kesempatan ini, Menhaj didampingi langsung oleh Direktur Jenderal PEEHU, Jaenal Effendi.
“Hari Sabtu 14 Februari lalu saya ditemani Dirjen Ekosistem Ekonomi Haji dan jajarannya mengecek secara langsung kesiapan dapur-dapur yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah Indonesia pada pelaksanaan Haji 2026 mendatang,” Menhaj sebagaimana dilihat dalam akun instagramnya @gus.irfanyusuf, Minggu (15/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan mengatakan bertemu langsung dengan pemilik dapur. Ia lalu menekankan 2 hal.
“Pertama kami melarang keras para pemilik dapur untuk memberikan fee atau imbalan kepada pihak manapun baik itu pejabat Kemenhaj maupun swasta. Kedua kami menekan para pemilik dapur agar wajib membeli bahan baku makanan dari Indonesia seperti beras, bumbu, dan lauk,” ucapnya.
“Harapan kami dengan bahan baku yang disuplai dari Indonesia menjadikan makanan jamaah haji lebih berasa seperti makanan Indonesia. Di samping itu kami juga berupaya agar dampak perputaran ekonomi pada proses perhajian bisa dirasakan oleh pelaku usaha, petani, dan peternak di Indonesia,” cuit Gus Irfan lagi.
Gus Irfan menambahkan, dalam kunjungan tersebut juga untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas pendukung yang akan melayani jemaah haji asal Indonesia pada musim haji tahun ini, termasuk dapur dan area lobi hotel yang menjadi tempat penginapan para jemaah.
“Pemeriksaan secara langsung ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik, aman, dan nyaman bagi jemaah haji, sekaligus memastikan semua aspek operasional telah memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan sesuai regulasi yang berlaku,” tutupnya. (Fadloli)







