BERITABUANA.CO, JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai tidak lagi sebatas teknologi pendukung pekerjaan, tetapi dapat menjadi instrumen untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melihat peluang tersebut, Sinergi UMKM Indonesia membuka kelas AI bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan digital sekaligus mencari alternatif penghasilan yang dapat dilakukan secara fleksibel, termasuk dari rumah.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pembelajaran praktis, mulai dari mengenal dasar-dasar AI, menyusun prompt, membuat konten, memproduksi video iklan hingga memasarkan produk melalui berbagai platform digital.
Direktur Utama Sinergi UMKM Indonesia, Widhiyani Mokhamad, mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi di tengah tantangan ekonomi dan perubahan dunia kerja.
“Apa yang kami lakukan bukan hanya mengajari UMKM menjual produknya dengan lebih baik, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat luas untuk mendapatkan penghasilan. Siapapun bisa belajar dan mulai berjualan dari rumah tanpa harus memiliki dagangan sendiri,” kata Widhiyani dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Widhiyani, kondisi ekonomi yang masih menantang membuat masyarakat perlu memiliki alternatif untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan pendapatan.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga menghadapi persoalan penjualan yang stagnan, keterbatasan akses pasar serta tuntutan untuk beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Namun, sambungnya, transformasi digital tersebut belum sepenuhnya dapat diikuti semua lapisan masyarakat. Keterbatasan literasi teknologi dan biaya mengikuti berbagai pelatihan digital menjadi salah satu hambatan.
Karena itu, Widhiyani menilai akses terhadap pembelajaran AI perlu diperluas dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
“Pemanfaatan AI perlu diperluas ke berbagai daerah agar masyarakat di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memahami dan menggunakan teknologi tersebut secara produktif,” paparnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program, Taftazani, mengatakan kelas pengembangan AI untuk pendapatan harian mendapat respons positif dari masyarakat.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang. Namun, kata dia, minat cukup tinggi datang dari kalangan ibu rumah tangga dan masyarakat yang memasuki masa pensiun.
“Program ini sangat diminati karena mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan. Peserta tidak hanya sampai pada tahap belajar, tetapi didampingi agar dapat mulai menghasilkan dari program ini,” ujar Taftazani.
Menurutnya, pendekatan program lebih menitikberatkan pada praktik dibandingkan sekedar memberikan teori. Peserta diarahkan langsung membuat konten, menghasilkan materi promosi hingga mencoba memasarkan produk melalui skema afiliasi.
“Sehingga, masyarakat yang tidak memiliki produk sendiri tetap memiliki kesempatan untuk mencoba aktivitas pemasaran digital,” pungkasnya. (Jal)







