Warga AS Ditangkap di Arab Saudi Karena Foto Serangan Houthi

by
Houthi serang Bandara Arab Saudi. (Foto: Tangkapan layar video IG)

BERITABUANA.CO, RIYADH – Sejumlah warga negara Amerika Serikat (AS) ditangkap di Arab Saudi karena memfoto dan merekam dampak serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Penangkapan ini diumumkan Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Senin (12/10) waktu setempat, seperti dilansir AFP dan Arab News, Selasa (13/10/2026). Jumlah warga AS yang ditangkap dan status pembebasannya tidak dirinci.

Dalam pernyataannya, Kedubes AS menyebutkan, beberapa warga negara Amerika telah ditahan karena mengambil foto peristiwa-peristiwa terkini.

Kedubes AS menegaskan, otoritas Saudi telah memperingatkan bahwa merekam, mempublikasikan, atau menyebarluaskan informasi terkait upaya pencegatan rudal dan drone serta lokasi jatuhnya dapat berujung masalah hukum.

Informasi dari sejumlah warga asing yang tinggal di Riyadh menyebutkan, beberapa kenalan mereka ditangkap karena merekam kejadian terkini dan membagikannya di media sosial.

Kedubes AS juga mengingatkan pegawainya di Arab Saudi agar berhati-hati saat menggunakan bandara di wilayah Saudi. Disebutkan, pegawai pemerintah AS wajib memiliki izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Saudi, dan izin itu “hanya dari pihak kedutaan besar” untuk staf pemerintah AS.

Penangkapan ini terjadi setelah serangan Houthi yang didukung Iran menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan. Serangan juga mengenai bandara lain di Dammam dan fasilitas minyak di Saudi.

Akibat serangan di bandara Riyadh, sedikitnya 18 orang tewas – termasuk 13 orang pada Sabtu (10/10/2026), dan ratusan lainnya luka-luka. Dua orang lainnya tewas akibat serangan di Bandara Internasional Abha.

Arab Saudi Gagalkan Tiga Rudal Balistik Houthi

Sementara Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman pada Senin (12/10/2026).

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, Selasa (13/10/2026), mengatakan satu rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat.

“Pencegatan dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” kata Al-Maliki.

Rudal lainnya mengarah ke Khamis Mushait di barat daya Saudi, lokasi pangkalan militer Saudi.

Sebelum pencegatan, Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat merilis peringatan darurat melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk warga Riyadh dan Khamis Mushait. Peringatan itu kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan aman.

Dalam pernyataannya, Badan Pertahanan Sipil mengatakan, “Bahaya telah berlalu di kota Riyadh,” dan mengimbau warga tetap mematuhi instruksi keselamatan serta tidak berkerumun atau merekam insiden.

Sementara itu, Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada Senin (12/10/2026) mengklaim pasukannya telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik dan pangkalan militer di Khamis Mushait dengan drone.

“Pasukan bersenjata kami berhasil menargetkan Bandara Internasional (King) Khalid di Riyadh, ibu kota musuh Saudi, pada malam ini dengan rudal balistik, dan serangan itu mengenai sasaran secara tepat,” klaim Saree.

Rentetan serangan ini terjadi di tengah meluasnya konflik Yaman. Pada akhir pekan lalu, serangan Houthi di Bandara King Khalid di Riyadh selama dua hari berturut-turut dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai ratusan orang. Serangan di Bandara Internasional King Fahd di Dammam tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan Houthi ke wilayah Saudi ini terjadi setelah pemerintah Yaman yang didukung internasional melancarkan operasi militer untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi, dengan dukungan serangan udara dari Arab Saudi. (Kds)