BERITABUANA.CO, YORDANIA – Suasana duka berubah menjadi tragedi berdarah di Yordania. Sebuah upacara pemakaman di Gereja Hamoud, wilayah Karak, diserang kelompok bersenjata hingga menewaskan tujuh orang dan melukai 40 orang lainnya.
Kepala Direktorat Keamanan Publik Yordania, Mayjen Abdallah al-Maaytah, menyebut serangan terhadap minoritas Kristen ini sebagai aksi terorisme langka yang dilakukan kelompok ekstremis. Hingga kini para pelaku masih diburu, sementara sebagian besar korban luka masih dirawat di rumah sakit.
Rekaman CCTV yang ditayangkan TV pemerintah Al-Mamlaka dan diverifikasi Reuters memperlihatkan tiga pelaku melepaskan tembakan dari balik pepohonan sebelum berlari masuk ke area gereja. Saksi di lokasi menyebut puluhan pelayat panik, banyak yang berlumuran darah tergeletak di lantai.
Pemerintah Yordania mengecam keras. Perdana Menteri Jafar Hassan menegaskan ini akibat ideologi teroris buta, sementara Raja Abdullah yang langsung mengunjungi Karak bersumpah akan menghukum pelaku dengan tangan besi.
PBB dan AS juga mengutuk serangan keji terhadap rumah ibadah ini. Hingga Sabtu (24/10/2026), belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. (Kds)







