BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di tengah defisit perdagangan RI-Tiongkok yang mencapai US$ 20,50 miliar pada 2025, Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong terobosan baru dalam hubungan 10 tahun Indonesia-Jiangxi.
Bamsoet menilai, sudah saatnya hubungan naik kelas dari sekadar business networking menjadi industrial cooperation.
Solusinya: Indonesia sebagai basis produksi.
Data BPS 2025 mencatat ekspor Indonesia ke Tiongkok US$ 67,04 miliar, impor US$ 87,54 miliar. Angka jomplang inilah yang harus dijawab dengan investasi manufaktur, bukan sekadar impor barang jadi.
“Peluangnya di depan mata. Nikel, baterai, kendaraan listrik, ekonomi hijau, dan kawasan industri. Indonesia punya bahan baku dan pasar ASEAN, Jiangxi punya teknologi dan engineering. Kolaborasi hulu-hilir ini yang akan menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah,” ujar Bamsoet di Gala Dinner 10 Tahun Pengusaha Jiangxi Indonesia, dikutip, Minggu (13/9/2026)







