Jarak 250 Meter dari Ledakan: Detik-detik Pertamina EP Lirik Selamatkan Sumur ML-12 dari Amukan Karhutla

by
Tim Fire Brigade Pertamina EP Lirik melakukan pemadaman karhutla yang mendekati area operasi Sumur ML-12 di Desa Pasir Sialang Jaya. (Foto: PHR)

BERITABUANA.CO, RIAU – Asap tebal dan kobaran api membumbung di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bergerak liar itu nyaris melahap salah satu objek vital nasional – Sumur Produksi ML-12 milik Pertamina EP Lirik.

Jaraknya tinggal 250 meter. Situasi genting. Tanpa menunggu, Pertamina EP Lirik langsung menggeber sirene darurat dan menerjunkan tim Fire Brigade terbaiknya pada Selasa (8/9/2026) sore.

Sejak pukul 15.00 WIB hingga larut malam, pertarungan melawan api pun terjadi di garis depan sumur migas tersebut.

Field Manager Pertamina EP Lirik, Luqman Arif, mengungkapkan timnya bergerak cepat setelah laporan warga masuk.

“Dari hasil pengecekan, titik api awal hanya 250 meter dari fasilitas produksi Sumur ML-12. Kami tidak bisa tunggu. Tim Fire Brigade langsung kami siagakan untuk memastikan api tidak menyentuh area operasi,” tegas Luqman Arif, dalam keterangannya, yang dikutip, Jumat (11/9/2026)

Pertarungan tidak mudah. Medan berat membuat Fuso Fire Truck milik Lirik Field tak mampu menjangkau titik awal api yang berada di dalam semak belukar.

Tak kehabisan akal, PEP Lirik langsung membangun posko koordinasi darurat bersama Kapolsek Lirik dan menggandeng PT Tunggal yang berada di sekitar lokasi. Bantuan Cold Diesel Fire pun dikerahkan untuk menerobos jalur yang tak bisa dijangkau truk besar.

“Tepat sekitar pukul 15.00 WIB, api mulai menjalar cepat mendekati Sumur ML-12. Fire Brigade langsung kami arahkan untuk pemadaman total bersama tim gabungan. Alhamdulillah, hingga malam hari api berhasil kami kendalikan,” jelasnya.

Meski api utama padam, Pertamina EP Lirik menolak lengah. Tim patroli tetap disiagakan semalaman untuk melakukan pendinginan (mopping up) dan memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa hidup kembali menjadi titik api baru.

“Ini yang paling berbahaya. Bara sekecil puntung rokok bisa jadi bencana besar kalau dekat area operasi. Jadi tim tetap kami siagakan untuk patroli dan pendinginan,” tambah Luqman.

Seluruh Zona 1 Siaga Karhutla

Aksi cepat di Lirik ini menjadi bagian dari status siaga di seluruh wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1.

Berdasarkan Laporan Harian Status Karhutla Zona 1 per 9 September 2026, empat wilayah yakni North Sumatra Offshore (NSO), Rantau, Pangkalan Susu, dan Jambi Merang dilaporkan aman.

Sementara Lirik dan Jambi Field masih berstatus siaga dengan fokus monitoring hotspot dan firespot secara intensif 24 jam.

“Kami pegang prinsip: setiap potensi karhutla di sekitar wilayah operasi harus segera ditangani. Ini soal keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keandalan fasilitas operasi negara,” tutup Luqman.

Langkah sigap ini menegaskan komitmen Pertamina tidak hanya menjaga produksi energi, tapi juga menjadi garda terdepan dalam penanggulangan karhutla di Riau. (Kds)