Polisi Ungkap Penipuan dan Penggelapan Modus Jasa Pengiriman Online

by
Polsek Metro Penjaringan Ungkap Penipuan dan Penggelapan Modus Jasa Pengiriman Online. (Foto: CS)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penyidik Unit Reskrim Polsek Metro Penjarjngan berhasil mengungkap kasus penipuan & penggelapan dengan modus jasa pengiriman secara online.

Kapolsek Metro Penjarjngan Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan, dari pengungkapan itu pihaknya berhasil mengamankan 5 orang pelaku yakni I (28), SA (32), H (26), SAM (37), TW (39), dan J (39).

“Kami amankan 6 orang dan telah ditetapkan tersangka dengan perkara melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus jasa pengiriman online,” kata Agus Ady dalam rilisnya di Polsek Metro Penjaringan, Rabu (10/7/2024).

Ia mengungkapkan, menurut laporan dari para korban ada sekitar 15 TKP (tempat kejadian perkara) yang menjadi target para pelaku tersebut.

“Total ada 15 TKP, lima TKP di Penjaringan sedangkan 10 lagi tersebar di beberapa wilayah di Jakarta hingga Tangerang,” ujarnya.

Agus Ady mengungkapkan, sebelum beraksi (menipu & menggelapkan) pelaku membeli akun Mamalove melalui Facebook seharga Rp300 ribu.

“Setelah mendapat (membeli) akun pelaku menyiapkan mobil dan memesan plat Nopol yang sesuai dengan akun tersebut,” ucapnya.

Jika mobil sudah siap maka para pelaku langsung berbagi tugas dalam menjemput barang-barang milik para korban.

“Kami sebut mereka (tersangka) sindikat karena bekerja dengan masif dan rapi, sedangkan untuk target tentunya barang yang memiliki nilai jual tinggi,” bebernya.

Ady menuturkan, para tersangka mulai beraksi pada akhir Mei dengan menyiapkan gudang sebagai tempat penyimpanan barang.

“Beraksi awal Mei, barang-barang itu bukannya dikirim kepada si penerima tapi dijual kembali demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

Selain para tersangka, penyidik juga turut mengamankan barang bukti mobil, Hp, sepeda motor, faktur penjualan, flasdisk, dan barang-barang milik korban. Ada pula barang bukti yang telah dijual tersangka berupa 14 unit sepeda.

“Barang bukti turut diamankan, namun kami masih mencari ada sekitar 14 unit sepeda yang telah dijual oleh para tersangka,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(CS)