Laba Bersih Bank Mandiri Melonjak 22,30 Persen jadi Rp37,5 Triliun, Bandingkan dengan BRI dan BNI

by
Gedung Bank Mandiri. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan laba tertinggi, di antara tiga bank pelat merah lainnya yang beraset jumbo. Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp37,5 triliun, melonjak 22,30% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian itu, sekaligus menjadi pertumbuhan laba tertinggi di antara anggota Himpunan Bank Milik Negara, atau Himbara.

Berikutnya, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp34,77 triliun, dengan pertumbuhan hanya 6,63% yoy.

Sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat laba bersih Rp14,32 triliun. Terjadi peningkatan 6,9% yoy dibandingkan laba pada Agustus 2025 yang sebesar Rp13,40 triliun.

Dari ketiga bank BUMN itu, dari sisi pertumbuhan laba, BRI mencatat laju paling lambat. Pertumbuhan laba BRI bahkan sedikit di bawah BNI dan terpaut cukup jauh dari Bank Mandiri yang mampu mencatat pertumbuhan hingga 22,30%.

Kalau dicermati, perbedaan pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan sejumlah indikator bisnis utama. Dari sisi penyaluran kredit, kredit BRI tumbuh 13,66% menjadi Rp1.446,98 triliun hingga Agustus 2026.

Pertumbuhannya masih di bawah Bank Mandiri yang mencatat pertumbuhan kredit 17,6% yoy dengan total penyaluran Rp1.592 triliun. Sedangkan kredit BNI tumbuh 27,1% mencapai Rp977,17 triliun per Agustus 2026.

Kemudian dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 12,59% yoy menjadi Rp1.655,84 triliun. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan DPK 17,6% hingga mencapai Rp1.687 triliun, sedangkan DPK BNI tumbuh lebih tinggi, yakni 29,4% menjadi Rp1.124,71 triliun.

Di luar itu, perbedaan laju pertumbuhan juga terlihat pada total aset. Aset BRI tumbuh 10,53% menjadi Rp2.127 triliun. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan aset 20,7% menjadi Rp2.358 triliun, sedangkan aset BNI tumbuh 23,61% menjadi Rp1.434,12 triliun.

Dari data yang da, jelas menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, BRI masih mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, tetapi lajunya relatif lebih lambat dibandingkan dua bank BUMN lainnya itu. (OSC).