BMKG: 341 Gempa Susulan Terjadi Pasca Gempa M7,7 NTT, Peringatan Tsunami Berakhir

by
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Ricky (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG –  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 341 gempa susulan* terjadi hingga pukul 19.00 WITA, Sabtu (16/8/2026), menyusul gempa utama Magnitudo 7,7 di wilayah Flores NTT.

Hal ini disampaikan Kepala sub bagian Tata Usaha Stasiun Geofisika Kelas I Kupang,
Burchardus Vilarius Pape Man di arena Pameran Pembangunan tingkat Provinsi NTT, Sabtu (15/8/2026) malam.

“Dari jumlah tersebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat Magnitudo 6,2 dan yang terkecil Magnitudo 2,5,” ungkap Ricky, sapaan akrabnya,

Dijelaskan Ricky, sebanyak 15 kejadian memiliki magnitudo di atas M5. Sementara itu, gempa susulan yang dirasakan masyarakat mencapai 27 kali guncangan.

“Kami akan terus mengupdate informasi ini,” kata Ricky..

Ditegaskan Ricky, BMKG juga kembali mengingatkan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum bisa diprediksi.

“Jadi setelah gempa terjadi kurang dari 3 menit, kami sudah diseminasi parameter awal, lalu parameter itu nanti akan kami update terus ketika banyak sinyal sensor kami di Indonesia,” jelasnya.

Mengenai potensi tsunami, Ricky menyampaikan, bahwa alat tsunami gauge yang terpasang di beberapa titik di NTT, seperti Labuan Bajo dan Maumere, sempat mencatat adanya perbedaan permukaan air laut yang mengindikasikan tsunami.

“Yang beruntungnya ketinggian tsunami itu sangat kecil hanya 0,3 meter. Itu yang tercatat. Masyarakat tidak perlu panik,” kata BMKG.

Peringatan dini tsunami, lanjut dia, secara resmi telah berakhir pada pukul 08.30 WITA. Masyarakat diimbau sudah bisa kembali ke pemukiman.

Namun BMKG tetap mengingatkan agar warga tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan.

“Karena gempa susulan masih berlangsung. Kami takutnya kalau sudah ada struktur bangunan yang rusak itu akan menyebabkan keruntuhan ketika terjadi guncangan, walaupun guncangannya kecil,” pungkasnya.

Sementara siaran pers Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT menyebutkan Berdasarkan data sementara pukul 18.48 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Mamggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang.  Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.

Data rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  (iir)