BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2026. Di tengah tekanan energi yang terjadi di berbagai negara, pemerintah masih mampu menjaga harga BBM subsidi seperti saat ini.
Menurut Presiden, stabilnya harga BBM subsidi tidak terlepas dari pengelolaan sektor energi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina. Kedua pihak dinilai mampu mengelola energi Indonesia dengan baik sehingga harga BBM subsidi tetap terjaga.
“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih tidak kita naikkan,” ujar pendiri, dan ketua umum Partai Gerindra itu, di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026), dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.
Demikian penegasan pemerintah terkait harga BBM subsidi yang masih dipertahankan. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat tidak perlu menghadapi kenaikan harga BBM bersubsidi hingga penghujung 2026.
Di luar itu, Prabowo juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang menurutnya tengah menghadapi persoalan energi. Ia mengatakan situasi tersebut membuat banyak negara mulai mengambil langkah untuk menghadapi tekanan di sektor energi. “Banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool. Masih.”
Kemampuan menjaga harga BBM subsidi menjadi salah satu gambaran bahwa pemerintah masih mampu mengelola sektor energi di tengah situasi global yang penuh tekanan. Stabilitas harga energi juga menjadi faktor penting karena perubahan harga BBM dapat berdampak terhadap biaya transportasi hingga harga barang dan jasa.
Di luar persoalan energi, Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut turut menyinggung kondisi ketahanan pangan Indonesia. Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, dan meminta kondisi tersebut dilihat secara langsung melalui ketersediaan pangan di berbagai gudang.
“Swasembada pangan nyata. Periksa semua gudang, kita siap. Ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan kita menuju, dan kita lebih kuat dari banyak negara lain,” tutur Prabowo.
Ketahanan energi dan pangan menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tekanan yang terjadi di tingkat global. Pemerintah, menurut Prabowo, perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia sekaligus menjaga daya beli. (OSC).







