BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatat penjualan batu bara mencapai 21,1 juta ton di semester I 2026. Capaian , anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID,tersebut didukung dengan volume produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dan didukung level persediaan yang optimal.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengemukakan hal tersebut dalam keterangan resminya seperti dikutip, Sabtu (25/7/2026).
“Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bambang Ismawan.
Hingga semester I 2026, penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total penjualan, sedangkan penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49 persen. Penjualan ekspor meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didukung permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga Thailand.
Satu hal, Bambang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas PTBA, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional. Hingga Semester I 2026, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton.
Penting diketahui, secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55 persen dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25 persen yang ditetapkan pemerintah.
Realisasi tersebut menunjukkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor.
PTBA berhasil mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Volume angkutan melalui jalur kereta api mencapai 17,47 juta ton, mencerminkan dukungan infrastruktur logistik yang andal terhadap kelancaran distribusi batu bara Perseroan.
Menurut Bambang Ismawan, memasuki Semester II 2026, BUMN batu bara yang dipimpinnya terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global. (OSC)







