BERITABUANA.CO, KUPANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memproyeksikan pendapatan daerah Tahun Anggaran (TA) 2027, sebesar Rp5,219 triliun.
Hal ini diungkapkan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT, di ruang sidang DPRD NTT, Senin (20/7/2026).
“Pendapatan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,4 triliun, dan pendapatan transfer sebesar Rp2,819 triliun,” ujarnya optimis.
Dikatakan Melki, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD, peningkatan kualitas pengelolaan pendapatan, penguatan sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif guna meningkatkan kemandirian daerah.
“Dibandingkan KUA-PPAS TA 2026, asumsi PAD TA 2027 disesuaikan turun sebesar Rp400 miliar, dengan mempertimbangkan pencapaian realisasi target PAD hingga saat ini,” kata Melki.
Di sisi lain, tambah Melki, asumsi pendapatan transfer juga disesuaikan turun sekitar Rp286 miliar, sebagai dampak perubahan kebijakan pemerintah pusat terhadap Transfer ke Daerah (TKD).
Dijelaskan Melki, penyesuaian pada sisi pendapatan, diikuti dengan penyesuaian belanja daerah, dengan total penurunan lebih dari Rp1 triliun dibandingkan KUA-PPAS TA 2026.
“Penyesuaian ini merupakan konsekuensi dari menurunnya target pendapatan daerah, serta meningkatnya pembiayaan daerah,” aku dia.
Meskipun demikian, tegas Melki, kebijakan belanja tetap diarahkan pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pembiayaan kewajiban pemerintah daerah, serta program-program yang mendukung peningkatan PAD. (iir)







