BERITABUANA.CO, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan melakukan pembinaan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Citra Indah Yulianty mengutarakan, perlindungan perempuan dan anak menjadi isu strategis yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pasalnya, tantangan yang semakin kompleks pada masa sekarang ini, harus Pemkot jawab melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Forum PUSPA dibentuk sebagai wadah partisipasi publik, yang menghimpun berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan perempuan dan perlindungan anak,” terangnya. Kamis (16/7/1026).
Citra menjelaskan, Forum PUSPA menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi perempuan, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, hingga berbagai komunitas.
Ia menyebut, keberadaan forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi. Namun juga, mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial.
“Melalui forum ini, kita dapat membangun komunikasi yang lebih kuat, menyusun program kolaboratif, berbagi pengalaman, serta memperluas jangkauan pelayanan dan pemberdayaan kepada perempuan dan anak,” paparnya.
Sebelumnya, Perencana Ahli Pertama pada Asisten Deputi Bidang Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengarusutamaan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Andreina Fara Hapsari, mengapresiasi langkah Pemkot Depok.
Ia menilai penguatan Forum PUSPA menjadi strategi penting, untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan perempuan dan anak.
Kata Andreina, koordinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat, agar setiap persoalan di masyarakat dapat ditangani secara komprehensif.
“Harapan kami, Forum PUSPA bisa selalu bersinergi dan berkolaborasi tanpa henti, serta terus memperluas jaringan agar dapat bekerja bersama dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” pungkasnya. (Rki)







