Berhasil Petakan Mikroplastik Marikultur, Farhan Raih Hibah Riset Jepang

by
Muh. Farhan saat menyelesaikan riset. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Muh Farhan, S.Kel., M.Si berhasil meraih hibah riset Jepang, lewat Petakan Mikroplastik Marikultur Kabupaten Kupang.

Farhan merupakan dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana.

“Saya memperoleh pendanaan penelitian internasional, melalui Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Research Grant Program 2026,” jelas Farhan di Undana, Selasa (14/7/2026).

Dijelaskan Farhan, program hibah kompetitif ini diselenggarakan langsung oleh yayasan lingkungan terkemuka asal Jepang, Kurita Water and Environment Foundation.

“Berdasarkan surat keputusan resmi KWEF, proposal penelitian saya dinyatakan lolos seleksi ketat, dan berhak atas pendanaan sebesar JPY 400.000,” tegas Farhan.

Menurutnya, hibah ini dialokasikan untuk pelaksanaan riset mandiri, selama satu tahun penuh, terhitung mulai periode Oktober 2026 hingga September 2027 mendatang.

Penelitian internasional yang akan dilaksanakan ini bertajuk “Integrated Spatial Assessment of Water Quality and Microplastic Contamination in Mariculture Areas: Implications for Environmental Risk and Optimal Site Selection in Kupang Regency, Indonesia.

” Secara teknis, riset ini berfokus pada pengambilan sampel kualitas air dan kontaminasi mikroplastik di beberapa kawasan budidaya laut di Kabupaten Kupang secara temporal selama 5 bulan, yang kemudian dianalisis serta dipetakan menggunakan Geographic Information Systems (GIS),’ terang Farhan.

Dikatakan Program hibah KWEF ini sejatinya ditujukan khusus bagi peneliti individu berusia di bawah 40 tahun.

“Kendati demikian, berencana melibatkan sejumlah mahasiswa Undana, yang sebelumnya telah dilatih, dalam hal pengambilan sampel dan analisis, serta telah mengantongi research grant mahasiswa The Explorer Club di awal tahun,” papar dia.

Diakui Farhan, saat ini, persiapan riset telah memasuki tahapan penyelesaian administrasi hibah, penentuan titik lokasi pengambilan sampel, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar operasional lapangan dapat dimulai tepat waktu pada Oktober 2026. (iir)