Sampaikan Duka cita, Gubernur – Wagub NTT Siap Kawal Pengusutan Kasus dr. Icha

by
Wagub NTT, Johni Asadoma saat melayat ke kediaman dr. Icha. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma menyampaikan duka cita yang mendalam, atas kepergian almarhum dr. Icha. Dan berjanji akan mengawal pengusutan kasusnya.

Kehadiran mereka di rumah duka, Minggu (28/6/2026) berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi masa berduka.

Melki Laka Lena mengungkapkan, sejak awal dugaan intimidasi terhadap dokter muda tersebut muncul, dirinya telah menerima laporan dari rekan sejawat dr. Icha.

“Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ungkapnya.

Melki Laka Lena mengaku, tidak pernah menyangka persoalan tersebut, berujung pada meninggalnya dr. Icha.

“Saya bahkan sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha, agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua,” katanya.

Melki Laka Lena menegaskan, seluruh proses hukum akan dikawal secara serius tanpa pandang bulu, termasuk terhadap dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD TTU.

“Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” tegasnya.

Melki Laka Lena juga memastikan, surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha, yang kini telah berada di tangan penyidik, akan menjadi bagian penting, dalam proses pengungkapan perkara.

“Tadi juga disampaikan ada surat wasiat dari dokter Icha, dan surat itu sudah berada di Kapolres. Kita pastikan seluruh proses hukum berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Menurut Melki Laka Lena, selain dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU, penyidik juga perlu mendalami, apakah terdapat faktor lain yang menjadi rangkaian penyebab hingga kasus tersebut berujung tragis.

“Kita biarkan proses hukum berjalan sambil kita kawal. Kita juga akan melihat apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi akumulasi sehingga semuanya bisa diproses secara menyeluruh oleh kepolisian,” kata Melki Laka Lena.

Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena kembali mengingatkan, Undang-Undang Kesehatan memberikan perlindungan penuh kepada tenaga medis, dokter, perawat maupun bidan yang bekerja sesuai standar profesi.

“Undang-undang sudah sangat jelas. Tenaga medis, tenaga kesehatan dan dokter yang bekerja sesuai prosedur tidak boleh mengalami intimidasi, apalagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, tetap bisa dipidana,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, dr. Icha telah menjalankan seluruh prosedur medis secara benar.

“Dokter Icha sudah bekerja sesuai prosedur, bahkan selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis toksikologi/ ahli bisa ular rujukan utama di tanah air dokter Tri Maharani, yang jadi tempat konsul dok Icha sejak awal kejadian, pada kesempatan pertama juga sudah sampaikan ke saya. Dan Pasiennya juga sudah sembuh dan sehat. Jadi sebenarnya tidak ada tindakan di luar prosedur yang dilakukan dokter Icha,” urai Melki Laka Lena.

Selain mengawal proses hukum, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU, DPRD TTU, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta psikolog untuk memberikan pendampingan psikologis kepada tenaga kesehatan yang masih bertugas.

“Kita ingin memastikan seluruh dokter, tenaga kesehatan, perawat dan bidan di NTT tetap bekerja dengan tenang setelah kasus dokter Icha ini. Pemerintah akan hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi mereka,” jelas Gubernur Melki.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub NTT , Johni Asadoma juga menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa dr. Icha, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT.

Menurutnya, kasus ini menjadi momentum untuk memastikan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh tenaga medis di Nusa Tenggara Timur yang setiap hari mengabdikan diri melayani masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap seluruh tenaga medis. Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dan harus mendapatkan rasa aman, perlindungan, serta lingkungan kerja yang baik. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.

Dan pihaknya juga berharap agar seluruh fakta dapat diungkap secara jelas dan objektif. Proses hukum harus berjalan dengan baik sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga dan masyarakat. (*/iir)