Gerak Cepat! Petugas Targetkan Jemaah Haji Masuk Kamar Hanya 30 Menit Setelah Kedatangan di Madinah

by
Kepala Sektor 2 Madinah, H. Iskandar Mahyudin. Foto: MCH 2026

BERITABUANA.CO, MADINAH – Petugas Sektor 2 Daerah Kerja Madinah menargetkan seluruh jemaah haji Indonesia yang tiba dari Makkah dapat langsung menempati kamar hotel maksimal 30 menit setelah kedatangan.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup.

Kepala Sektor 2 Madinah, Iskandar Mahyudin, mengatakan seluruh petugas telah bersiaga sejak dua jam sebelum kedatangan jemaah. Menurutnya, koordinasi lintas fungsi dilakukan untuk memastikan proses penyambutan berjalan cepat dan tertib.

“Sebelum kedatangan jemaah, dua jam sebelum kedatangan jemaah, kita sudah standby di lokasi. Dan kita sudah berkolaborasi semua tusi, baik tusi akomodasi, transportasi, kemudian tusi Linmas, tusi kesehatan, semua kita berkolaborasi untuk menyambut kedatangan jemaah,” kata Iskandar di Madinah, Selasa kemarin.

Ia menjelaskan, pelayanan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, jemaah risiko tinggi (risti), maupun mereka yang membutuhkan bantuan mobilitas. Data kebutuhan jemaah telah diterima lebih awal dari Makkah sehingga petugas dapat melakukan persiapan sebelum rombongan tiba.

“Kita akan mendapatkan data berapa yang jumlah jemaah risti, yang perlu kursi roda, yang perlu mungkin bantuan segala macam sudah kita persiapkan. Bahkan tim Linmas sudah siap dengan kursi roda apabila dibutuhkan oleh jemaah,” ucapnya,

Menurut Iskandar, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam proses penerimaan jemaah gelombang kedua. Petugas kesehatan yang berada di sektor langsung berkoordinasi dengan petugas kloter untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan jemaah yang memerlukan penanganan khusus.

“Ketika jemaah datang kita akan tanya di kloter apakah ada permasalahan di jemaah masalah kesehatan, apabila ada maka akan segera kita tindak lanjuti, kita berikan pengobatan tindakan pertama dari tim kesehatan yang ada di Sektor 2 Madinah,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan layanan pada gelombang kedua mengalami sejumlah penyempurnaan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan gelombang pertama. Pengalaman selama fase awal operasional haji menjadi bahan perbaikan bagi seluruh petugas sehingga proses kedatangan jemaah kini berjalan lebih lancar.

“Berdasarkan pengalaman gelombang satu, kita lakukan setiap perbaikan. Setiap tusi layanan sudah mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin pernah terjadi di gelombang satu,” katanya.

Menururutnya, keberhasilan perbaikan tersebut terlihat dari semakin cepatnya proses penempatan jemaah ke kamar hotel setibanya di Madinah. Petugas kini memprioritaskan agar jemaah dapat segera beristirahat setelah perjalanan panjang dari Makkah.

“Alhamdulillah ketika kedatangan langsung kita evakuasi semua jemaah untuk dapat masuk langsung ke kamar, kita kasihkan kunci mereka langsung bisa istirahat,” jelasnya.

Untuk mendukung percepatan layanan, barang bawaan utama jemaah diprioritaskan menyusul setelah jemaah berada di kamar masing-masing. Petugas sektor akan mendistribusikan koper ke lantai tempat jemaah menginap sehingga proses kedatangan tidak terhambat oleh pengangkutan barang.

“Jemaah kita usahakan naik dahulu, kemudian koper kita letakkan di lantai per lantai kamar jemaah yang ada,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)