Pasar Kakiyah dan Cerita Para Pemburu Oleh-oleh di Tanah Suci

by
Jemaah Haji Indonesia Saat Berada di Pasar Kakiyah, Makkah. Foto: MCH 2026

BERITABUANA.CO, MAKKAH – Menjelang kepulangan ke Tanah Air, Pasar Kakiyah menjadi salah satu destinasi favorit bagi jemaah haji Indonesia.

Berlokasi di kawasan Kakiyah, di Jalan Ibrahim al-Khalil, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram, pasar tradisional ini selalu ramai dipadati pembeli yang berburu oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di kampung halaman. Suasana pasar tampak hidup sejak pagi hingga malam hari. Deretan toko dan kios menawarkan beragam barang, mulai dari kurma, kacang-kacangan, cokelat khas Arab Saudi, tasbih, sajadah, parfum, hingga aneka cendera mata bertema Tanah Suci.

Harga yang relatif terjangkau membuat pasar ini menjadi pilihan banyak jemaah. Dan, Bagi jemaah Indonesia, berburu oleh-oleh bukan sekadar aktivitas belanja. Ada nilai kebahagiaan dan ungkapan kasih sayang yang ingin dibawa pulang setelah menunaikan ibadah haji.

Nama lengkap pasar ini adalah Sûq al-Ka’kiyah lil Jumlah atau pasar grosir Kakiyah. Meski berada di Makkah, tidak semua barang yang dijual berasal dari Arab Saudi. Sebagian besar produk justru berasal dari China dan Bangladesh.

Pusat Belanja Murah di Makkah

Di pasar tiga lantai ini, harga barang bervariasi mulai dari 2 riyal Saudi (SAR) hingga 100 SAR. Hampir semua kebutuhan oleh-oleh tersedia di lokasi ini. Sebagai contoh, boneka unta dijual di kisaran 10-30 SAR, yang dinilai lebih murah dibandingkan harga di area hotel jemaah haji Indonesia.

Seorang jemaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, Suparman, mengaku sengaja datang ke Kakiyah untuk berbelanja oleh-oleh sebelum kembali ke Tanah Air. Dia membeli gamis untuk istri dan anak-anaknya, serta gantungan kunci, tasbih, dan cokelat.

“Ini tadi belanja gamis untuk ibu-ibu, dan juga untuk anak-anak. Gantungan kunci sama tasbih. Sama tadi cokelat juga,” kata Suparman kepada tim Media Center Haji (MCH) di Pasar Kakiyah.

Suparman mengaku datang bersama rombongan jemaah haji lainnya. Suparman awalnya tidak begitu tahu persis pasar yang murah di Makkah. Dia mengetahui bahwa Pasar Kakiyah menawarkan harga murah dari temannya di KBIHU.

Saat ditanya mengenai barang yang masih akan dibeli, Suparman berseloroh masih cukup banyak. “Banyak banget, hahaha,” katanya sambil tertawa lepas.

Lebih jauh, Suparman setuju bahwa harga barang di Pasar Kakiyah tergolong terjangkau dan ramah di kantong jemaah. “Menurut saya murah,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)

No More Posts Available.

No more pages to load.