BERITABUANA.CO, JAKARTA – Para Aktivis yang tergabung dalam GAKSI (Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia) dan Purnawirawan TNI Desak Prabowo dan jajaran aparat penegak hukum tuntaskan kasus ijazah Jokowi dengan menangkap dan mengadili Jokowi lewat persidangan yang jujur, adil, transparan sebagai perwujudan Indonesia Negara Hukum (Recht staat) bukan negara kekuasaan (maachstaat).
Para aktivis dan purnawirawan TNI itu di antaranya mantan anggota DPD RI, Marwan Batubara, Budiman, Mayjen (Purn) Soenarko, Laksda (Purn) Soni Santoso, dan banyak lagi yang lainnya.
Menurut Marwan Batubara, untuk kasus ijazah S1 Jokowi ingin ada proses pengadilan yang terbuka, yang mengikuti kaidah-kaidah hukum untuk menunjukkan asli atau tidaknya ijazah S1 Jokowi.
“Itulah yang dituntut oleh teman-teman yang menggugat ini. Apakah itu pidana atau perdata. Tapi Pengadilan itu tidak pernah terjadi. Yang ada justru para penggugat inilah yang menjadi objek untuk dikriminalisasi,” kata Marwan Batubara kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026) malam.
Karena menurut Marwan, selama ini Jokowi tidak pernah berani menghadapi proses pengadilan. Karena kita meyakini ijazahnya Jokowi itu memang palsu. “Kalau sampai terjadi proses pengadilan, maka akan terbukti bahwa ijazahnya Jokowi itu palsu,” tandas Marwan.
Marwan juga menyoroti serangan para Termul atau para pendukung Jokowi, terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang meminta Jokowi menunjukkan Ijazahnya jika memang asli.
“Sebetulnya apa yang disampaikan Pak JK itu berdasarkan prinsip-prinsip moral, konstitusi dan hukum,” kata Marwan.
Jadi serangan termul ke JK itu semakin gencar itu karena takut kalau sampai nanti apa yang menjadi permintaan JK itu dilaksanakan oleh pengadilan. “Maka akan terbukti ijazah ini memang palsu adanya,” tegas Marwan.
Jadi Prabowo harus segera menuntaskan kasus ijazah palsu ini jangan dibuat menggantung mengingat begitu banyaknya problem Indonesia yang lainnya saat ini baik didalam maupun luar negeri yang memerlukan persatuan dan kesatuan dengan pemimpin yang tegas tapi soal ijazah yg secara transparan dan logika akal manusia 99.9% saja palsu tidak dapat diselesaikan.
“Apa kata dunia tentang Indonesia dan Prabowo juga kita semua akan dilecehkan sebagai bangsa yang sangat bodoh dan lemah,” tandasnya.
Sementara Budiman dari Barisan Krida Patriot mengatakan, berjalan seiring dengan teman-teman di GAKSI untuk mendorong Presiden Prabowo menunjukan taringnya kembali.
“Saya yakin karena Presiden Prabowo itu mantan militer. Terlebih Prabowo pernah diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia kembali yang dikenal sosok yang tegas dan berwibawa tidak mencla mencle Nah, taring ini yang kami harapkan kembali terlihat dengan mengedepankan taat Konstitusi dan hukum NKRI,” menurut Budiman.
Dengan kriteria-kriteria tersebut, lanjut Budiman, diharapkan Prabowo bisa dipakai untuk menyelesaikan kasus ijazah palsu Jokkowi. “Saya setuju tangkap dan adili jokowi untuk menyelesaikan kasus ijazah palsu yang dimiliki Jokowi tersebut.” harap Budiman.
Ditempat yang sama Laksda (Purn) Soni Santoso menilai kasus ijazah palsu Jokowi sudah menghancurkan moral dan adab bangsa. Karena sudah banyak korban.
“Padahal sudah dua tokoh bangsa, yaitu Pak JK dan Ibu Megawati dan banyak tokoh lainnya meminta Jokowi untuk menunjukan ijazahnya. Jadi Jokowi tinggal tunjukan saja ijazahnya. Maka selesai, rakyat tidak akan membuat gaduh,” tandas Soni.
Soni melihat berlarut-larutnya kasus ijazah Jokowi ini karena penegakan hukum di Indonesia saat ini sudah rapuh. Ketika hukum itu rapuh, maka negara runtuh. Disinilah perlunya pemimpin yang tegas dalam penegakan hukum,” papar Soni. (Kds)







