Tanggapi Pernyataan Saiful Mujani, Seskab Teddy: Presiden Prabowo Fokus Pada Hal Besar

by
Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Jil)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo berfokus pada hal besar. Hal diungkapkannya menanggapi pertanyaan wartawa terkait ucapan pendiri SMRC Saiful Mujani soal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial.

“Saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Apalagi Bapak Presiden, ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis dan ya gitu,” imbuhnya.

Video Saiful Mujani mengatakan jatuhkan Prabowo diketahui tengah ramai di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, Saiful Mujani berbicara soal menjatuhkan Prabowo untuk menyelamatkan bangsa.

“Saya alternatifnya bukan, bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu. Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful Mujani dalam video viral seperti dilihat, Minggu (5/4/2026).

Sementara Saiful Mujani mengaku mengatakan itu menyikapi pernyataan Prabowo yang ingin pengamat ditertibkan.

“Pernyataan saya di acara halalbihalal dengan tema halalbihalal pengamat yang mau ditertibkan. Saya bicara pada bagian akhir, penutup. Sebelumnya beberapa teman sudah bicara seperti Ubaidillah Badrun, Doktor Sukidi, Romo Setyo, Ferry Amsari, Islah Bahrawi, dan lain-lain. Semuanya memberikan pandangan evaluatif terhadap kinerja Presiden yang sudah bekerja lebih dari satu tahun,” kata Saiful Mujani saat dimintai konfirmasi.

“Secara khusus memberikan tekanan pada ancaman terhadap aktivis dan pengamat pascapernyataan prabowo yang akan menertibkan pengamat sesuai dengan data intelijen yang dia punya sebagai presiden,” tambahnya.

Saiful Mujani mengatakan pernyataan dalam video itu merupakan sikap politik sebagai warga negara, akademisi, atau ahli ilmu politik. Saiful Mujani mengatakan kebebasan berpendapat dilindungi oleh UUD 1945.

“Termasuk pernyataan sikap saya bahwa Presiden Prabowo harus diturunkan sebagai jawaban atas kondisi politik kebangsaan akumulatif di bawah kepemimpinannya,” kata Mujani.

Ia menekankan tak ada kata makar dalam pernyataan yang disampaikan. Ia menilai bisa saja pihak yang menuding makar tersebut salah paham.

“Tidak ada kata ‘makar’ dalam pernyataan sikap saya, yang ada adalah ekspresi kebebasan berbicara, berpendapat, dan berkumpul saya dengan teman-teman yang hadir. Semua itu adalah hak politik kami sebagai warga negara, dijamin UUD. Kata makar digunakan oleh staf KSP yang diposting di medsos. mungkin salah paham atau tidak mengerti hak-hak politik warga negara. Makar itu bahasa hukum,” katanya. (Ram/Jil)